China Sudah Ungguli AS dalam Jumlah AL, Rudal Darat dan Sistem Rudal Udara

Rabu, 02 September 2020 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Sebagai perbandingan, Angkatan Laut AS memiliki sekitar 293 kapal dalam kekuatan tempurnya. (Baca: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )

Pada konferensi pers yang mendahului rilis laporan tersebut, Wakil Asisten Menteri Pertahanan Chad Sbragia mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat diperkirakan akan memiliki 10 kapal tambahan pada akhir tahun ini. "Bagaimanapun, pasti ada lebih banyak kekuatan Angkatan Laut daripada jumlah kapal," ujarnya.

"Saya juga akan menarik perhatian Anda ke sistem persenjataan dan penting untuk menyoroti keunggulan pembuatan kapal China dalam hal ukuran armadanya, baik dalam konteks ambisi modernisasi yang lebih luas, militer kelas virtual," paparnya.

“Ini tantangan jangka panjang dan tidak hanya dibatasi oleh satu variabel, yaitu jumlah kapal, kapasitas tonase, kapabilitas, lokasi, postur, aktivitas, dan aspek lainnya,” imbuh dia.

Mengenai topik kekuatan rudal, Sbragia mengatakan China merasa memiliki keunggulan asimetris atas kekuatan regional tidak terkecuali Amerika Serikat, dan perkembangan serta perluasannya telah signifikan.

Menurut laporan Pentagon, China juga memiliki lebih dari 1.250 rudal balistik yang diluncurkan di darat (GLBM) dan rudal jelajah yang diluncurkan dari darat (GLCM) dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer, atau sekitar 310 dan 3.420 mil.

AS sendiri dilarang memproduksi senjata semacam itu berdasarkan Perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF) 1987 dengan Rusia. Namun, Washington telah keluar dari perjanjian itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved