Israel Susun Rencana Rahasia Pecah Suriah jadi Beberapa Provinsi
Jum'at, 10 Januari 2025 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Ini juga akan membatasi pengaruh Turki di Suriah di wilayah barat laut, yang merupakan benteng HTS dan kelompok pemberontak yang didukung Turki yang serangan kilatnya menyebabkan kejatuhan Assad.
Rencana tersebut, yang tampaknya sama dengan rencana yang dibahas pada hari Selasa oleh Katz dan menteri Israel lainnya, disinggung dalam pidatonya pada bulan November lalu oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.
Saar mengatakan Israel perlu menjangkau suku Kurdi dan Druze di Suriah dan Lebanon, seraya menambahkan ada "aspek politik dan keamanan" yang perlu dipertimbangkan.
"Kita harus melihat perkembangan dalam konteks ini dan memahami di wilayah tempat kita akan selalu menjadi minoritas, kita dapat memiliki aliansi alami dengan minoritas lainnya," ujar Saar.
Perasaan itu tampaknya tidak dibalas secara luas. Pada bulan Desember, Pemimpin Druze Suriah, Sheikh Hikmat al-Hijri, mengutuk invasi Israel ke Suriah dan mengatakan negaranya perlu mempertahankan persatuan sosial dan teritorialnya.
Berbicara kepada MEE dalam wawancara eksklusif dari rumahnya di Qanawat, kota di provinsi Sweida di Suriah selatan, Hijri mengatakan, "Invasi Israel mengkhawatirkan saya dan saya menolaknya."
Beberapa jam setelah pemberontak yang dipimpin HTS menggulingkan pemerintahan Assad pada tanggal 8 Desember, Israel mulai mengerahkan pasukan ke wilayah Suriah.
Rencana tersebut, yang tampaknya sama dengan rencana yang dibahas pada hari Selasa oleh Katz dan menteri Israel lainnya, disinggung dalam pidatonya pada bulan November lalu oleh Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.
Saar mengatakan Israel perlu menjangkau suku Kurdi dan Druze di Suriah dan Lebanon, seraya menambahkan ada "aspek politik dan keamanan" yang perlu dipertimbangkan.
"Kita harus melihat perkembangan dalam konteks ini dan memahami di wilayah tempat kita akan selalu menjadi minoritas, kita dapat memiliki aliansi alami dengan minoritas lainnya," ujar Saar.
Turki dan Israel di Suriah
Perasaan itu tampaknya tidak dibalas secara luas. Pada bulan Desember, Pemimpin Druze Suriah, Sheikh Hikmat al-Hijri, mengutuk invasi Israel ke Suriah dan mengatakan negaranya perlu mempertahankan persatuan sosial dan teritorialnya.
Berbicara kepada MEE dalam wawancara eksklusif dari rumahnya di Qanawat, kota di provinsi Sweida di Suriah selatan, Hijri mengatakan, "Invasi Israel mengkhawatirkan saya dan saya menolaknya."
Beberapa jam setelah pemberontak yang dipimpin HTS menggulingkan pemerintahan Assad pada tanggal 8 Desember, Israel mulai mengerahkan pasukan ke wilayah Suriah.
Lihat Juga :