Jika Israel Serang Teheran, Iran Ancam Perang Berskala Besar Akan Terwujud
Senin, 06 Januari 2025 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan Houthi yang bersekutu dengan Teheran telah meluncurkan beberapa rudal balistik ke Israel tengah dalam beberapa minggu terakhir, dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengebom Yaman.
Baku tembak langsung terbaru terjadi pada bulan Oktober, ketika Israel melakukan serangan udara skala besar yang menargetkan radar dan sistem pertahanan udara Iran, sebagai balasan atas serangan rudal balistik terhadap Israel.
Serangan Iran itu sendiri merupakan respons terhadap pembunuhan tokoh-tokoh penting yang bersekutu dengan Teheran, termasuk pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah di Beirut.
Pada bulan April, kedua belah pihak saling tembak setelah serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang dilaporkan mengakibatkan tewasnya dua jenderal Iran dan beberapa perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sebagai balasan, Iran meluncurkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal dalam serangan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel.
Perkembangan terkini di Timur Tengah, termasuk jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad dan melemahnya Hizbullah secara substansial, telah mengubah keseimbangan strategis kawasan tersebut secara signifikan. Pejabat Israel dan AS dilaporkan menganggap Teheran semakin rentan, yang memicu diskusi tentang potensi tindakan militer pendahuluan.
Angkatan Udara Israel dilaporkan meningkatkan kesiapan operasionalnya pada bulan Desember, memanfaatkan netralisasi pertahanan udara Suriah untuk memfasilitasi akses tanpa hambatan ke wilayah udara Iran. Pejabat pertahanan Israel percaya bahwa kondisi saat ini menghadirkan peluang strategis untuk serangan potensial.
Baku tembak langsung terbaru terjadi pada bulan Oktober, ketika Israel melakukan serangan udara skala besar yang menargetkan radar dan sistem pertahanan udara Iran, sebagai balasan atas serangan rudal balistik terhadap Israel.
Serangan Iran itu sendiri merupakan respons terhadap pembunuhan tokoh-tokoh penting yang bersekutu dengan Teheran, termasuk pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah di Beirut.
Pada bulan April, kedua belah pihak saling tembak setelah serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang dilaporkan mengakibatkan tewasnya dua jenderal Iran dan beberapa perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sebagai balasan, Iran meluncurkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal dalam serangan langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel.
Perkembangan terkini di Timur Tengah, termasuk jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad dan melemahnya Hizbullah secara substansial, telah mengubah keseimbangan strategis kawasan tersebut secara signifikan. Pejabat Israel dan AS dilaporkan menganggap Teheran semakin rentan, yang memicu diskusi tentang potensi tindakan militer pendahuluan.
Angkatan Udara Israel dilaporkan meningkatkan kesiapan operasionalnya pada bulan Desember, memanfaatkan netralisasi pertahanan udara Suriah untuk memfasilitasi akses tanpa hambatan ke wilayah udara Iran. Pejabat pertahanan Israel percaya bahwa kondisi saat ini menghadirkan peluang strategis untuk serangan potensial.
Lihat Juga :