Kejahatan Perang Tentara Zionis Terekspos, Israel Ingatkan Risiko Penangkapan di Luar Negeri

Senin, 06 Januari 2025 - 16:24 WIB
loading...
Kejahatan Perang Tentara...
Israel ingatkan penangkapan tentaranya di luar negeri. Foto/X/IDF
A A A
GAZA - Tentara Israel telah memperingatkan personelnya yang bepergian ke luar negeri bahwa mereka berisiko ditangkap setelah salah satu tentaranya melarikan diri dari Brasil saat sedang diselidiki atas kemungkinan kejahatan perang di Gaza.

Hal ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap organisasi hak asasi manusia yang melacak tentara dan mengajukan kasus hukum terhadap mereka karena mengambil bagian dalam perang yang sedang berlangsung di daerah kantong Palestina tersebut. Hal tersebut dilaporkan surat kabar Israel, Haaretz

Laporan tersebut mengatakan peringatan tentara tersebut secara khusus ditujukan kepada para prajurit cadangan, karena personel tugas aktif tidak dapat bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan sebelumnya.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Israel sedang berhubungan dengan negara-negara tempat pengaduan telah diajukan terhadap tentaranya, dalam upaya untuk mencegah penyelidikan yang dapat mengarah pada penangkapan.

Media Israel sebelumnya melaporkan bahwa seorang tentara yang dituduh melakukan kejahatan perang di Gaza telah melarikan diri dari Brasil, tempat pihak berwenang mendesak penyelidikan atas tindakannya.

Langkah tersebut bermula dari pengaduan yang diajukan oleh Hind Rajab Foundation (HRF), sebuah organisasi berbasis di Belgia yang mengadvokasi keadilan bagi para korban Palestina, kata Israeli Public Broadcasting Corporation (KAN).

Menurut Channel 12 Israel, pengaduan tersebut mencakup lebih dari 500 halaman bukti seperti video, data geolokasi, dan intelijen sumber terbuka yang menghubungkan tentara tersebut dengan kehancuran di Gaza.

Baca Juga: Houthi ke Israel: Kembalilah ke Negara Asalmu; Kami Tidak Akan Tinggalkan Gaza Sendirian

Meskipun ada perintah pengadilan, tentara tersebut, seorang prajurit cadangan yang berada di Brasil sebagai turis, berhasil meninggalkan negara itu dan dilaporkan sedang dalam perjalanan ke Israel, kata KAN. Rincian tentang bagaimana ia menghindari penangkapan masih belum jelas.

Dalam sebuah pernyataan, HRF mengutuk pelarian tentara tersebut, menuduh Israel mengatur kepergiannya untuk menghalangi keadilan.

Organisasi tersebut sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah "memverifikasi informasi bahwa Israel akan segera berusaha menyelundupkan tersangka penjahat perang Israel Yuval Vagdani keluar dari Brasil karena perintah pengadilan Brasil agar polisi mengambil tindakan investigasi terhadapnya."

Pelariannya menyusul insiden serupa yang melibatkan tentara Israel di luar negeri. Bulan lalu, sebuah kelompok advokasi Palestina di Sri Lanka menyerukan penangkapan seorang tentara Israel yang masih bertugas yang terlihat di negara itu, yang mendorong evakuasi segera oleh otoritas Israel, menurut Channel 12.

Melansir Anadolu, tentara Israel telah melanjutkan perang genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 45.800 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

Pada bulan November, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang mematikan yang dilakukannya di wilayah kantong tersebut.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved