Hamas Rilis Video Tentara Israel Liri Albag yang Disandera: Tulislah di Makamku…

Minggu, 05 Januari 2025 - 10:18 WIB
loading...
Hamas Rilis Video Tentara...
Hamas merilis video tentang Liri Albag, tentara wanita Israel yang disandera di Gaza, Palestina. Foto/Palestine Chronicle
A A A
GAZA - Hamas, melalui sayap militernya; Brigade al-Qassam, merilis video pada hari Sabtu tentang tentara wanita Israel yang dsandera di Gaza sejak serangannya pada 7 Oktober 2023.

Dalam rekaman video berdurasi tiga setengah menit yang tidak diketahui tanggalnya itu, tentara berusia 19 tahun; Liri Albag, meminta bantuan dalam bahasa Ibrani kepada pemerintah Israel untuk membebaskannya.

“Saya telah menjadi tahanan di Gaza selama lebih dari 450 hari. Seluruh hidup saya masih ada di depan saya, tetapi itu berhenti di sini,” katanya dalam video tersebut.

“Hari ini menandai dimulainya tahun baru, dan seluruh dunia merayakannya. Namun bagi kami, ini adalah awal tahun yang gelap, penuh dengan kesepian. Kami bukan prioritas bagi pemerintah atau tentara kami, dan bahkan dunia mulai melupakan kami dan tidak lagi peduli dengan penderitaan kami.”

Baca Juga: Ironi Pasukan Otoritas Palestina: Ogah Melawan Israel, Justru Perangi Saudara Sendiri

Dalam pesan emosional kepada keluarganya, Albag berkata: “Ibu, Ayah, Roni, Shai, Guy, Nir. Aku sangat mencintaimu dan sangat merindukanmu.”

Albag juga berbicara tentang seorang kawan yang terluka parah dalam operasi militer baru-baru ini, dengan mengatakan: “Kami menjalani mimpi buruk yang mengerikan. Kelangsungan hidup kami bergantung pada penarikan tentara dan tidak sampai ke kami.”

Dia mengajukan pertanyaan kepada pemerintah negaranya: “Jika orang-orang yang Anda cintai adalah mereka yang ditawan, apakah perang masih akan berlangsung? Apakah Anda ingin membunuh kami?”

Video tersebut memperlihatkan Albag dengan wajah di tangannya, menangis, dan menyampaikan pesan langsung kepada mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, dengan mengatakan: “Anda tahu ayah saya. Tatap matanya dan katakan kepadanya bahwa dia dan ibu saya tidak akan pernah memeluk putri mereka lagi. Anda tidak akan memiliki keberanian untuk melakukan itu.”

Dengan nada marah, dia menambahkan: “Setelah saya melihat kematian saya dengan mata kepala sendiri dan apa yang terjadi pada teman saya, saya menyadari bahwa hidup kami tidak penting bagi Anda. Saya mengerti bahwa kami hanyalah pion di tangan Anda, dan Anda mempermainkan takdir kami. Anda tentu tidak akan dapat menyelamatkan kami hidup-hidup melalui operasi militer. Ini tidak akan berhasil, dan Anda tahu itu.”

Albag mengungkapkan rasa frustrasinya dengan pengeboman yang terus-menerus di Gaza, dengan mengatakan: “Sungguh gila untuk berpikir bahwa pendekatan ini akan mencapai apa pun. Kami hidup di bawah pengeboman yang terus-menerus dan gila setiap hari. Tahukah Anda bagaimana rasanya tinggal di tempat yang dibom dan tidak ada tempat berlindung?”

Di bagian akhir pesannya, tentara tawanan itu berkata: “Jika sesuatu terjadi padaku, ingatlah aku dan ingatlah namaku…Tulislah di makamku: Semua ini karena pemerintah dan tentara. Merekalah yang bersalah, merekalah yang membunuh kita, dan darahku ada di tangan mereka.”

Dia mengakhiri pesannya dengan mendesak keluarganya: “Keluarga, lakukan semua yang diperlukan.”

Forum Sandera dan Keluarga Hilang, sebuah kelompok kampanye bagi keluarga korban penculikan, mengatakan keluarga Albag belum mengizinkan publikasi video tersebut.

"Kami memohon kepada perdana menteri, para pemimpin dunia, dan semua pembuat keputusan: sekaranglah saatnya untuk mengambil keputusan seolah-olah anak-anak Anda sendiri yang ada di sana," kata keluarga Albag dalam sebuah pernyataan, yang dilansir AFP,Minggu (5/1/2024).

Albag berusia 18 tahun ketika dia ditangkap oleh milisi Palestina di pangkalan Nahal Oz di perbatasan Gaza bersama dengan enam wanita wajib militer lainnya, lima di antaranya masih ditawan.

Para milisi Palestina menangkap 251 sandera selama serangan tahun 2023 di Israel , 96 di antaranya masih berada di Gaza. Militer Israel mengatakan 34 dari mereka tewas.

Hamas mengatakan pada Jumat malam bahwa negosiasi tidak langsung dengan Israel untuk gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera akan dilanjutkan di Qatar pada malam yang sama. Sejak itu tidak ada pembaruan.

Mediator Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat telah terlibat dalam upaya berbulan-bulan yang gagal mengakhiri perang.

Pada hari Kamis, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia telah memberi wewenang kepada negosiator Israel untuk bergabung dalam putaran terakhir perundingan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Qatar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved