Media AS: Mossad Menyusup, Ungkap Skandal Komandan Hizbullah dan 4 Gundiknya

Senin, 30 Desember 2024 - 12:01 WIB
loading...
Media AS: Mossad Menyusup,...
Fuad Shukr, komandan Hizbullah yang sulit dicari Israel. Dia tewas dalam serangan udara militer Israel pada Juli lalu. Foto/BBC via Hizbullah
A A A
BEIRUT - Jaringan mata-mata Mossad telah menyusup begitu dalam ke semua aspek kepemimpinan Hizbullah sehingga Israel tahu tentang empat gundik seorang komandan senior kelompok tersebut. Demikian laporan media Amerika Serikat (AS), New York Times.

Menurut laporan tersebut, komandan senior Hizbullah yang dimaksud adalah Fuad Shukr.

Komandan yang sulit ditangkap pasukan Israel tersebut, menurut New York Times, pada akhirnya menikahi empat gundiknya melalui telepon karena merasa bersalah.

Fuad Shukr, yang juga menjadi salah satu pendiri Hizbullah adalah tokoh kunci dalam rantai komando kelompok milisi Lebanon tersebut.

Baca Juga: Eks Agen Mossad Ungkap Detail Operasi Bom Pager yang Meledak di Seluruh Lebanon

Mossad, badan intelijen Israel untuk operasi luar negeri, telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengumpulkan informasi tentangnya hingga agen-agennya dapat melacak setiap gerakan Shukr.

Sebagai bagian dari pengawasannya, Mossad segera mengetahui bahwa Shukr memiliki empat gundik yang berbeda—sesuatu yang diduga membuatnya merasa bersalah dan berusaha memperbaikinya dengan menikahi keempat wanita itu, kata pejabat Israel dan Eropa yang mengetahui operasi mata-mata Mossad tersebut kepada New York Times.

Shukr, yang selalu terlihat sulit ditangkap setelah pengeboman mematikan tahun 1983 di Beirut yang menewaskan 241 personel Korps Marinir Amerika Serikat, termasuk di antara ratusan komandan Hizbullah yang dilacak oleh Israel sejak berakhirnya perang tahun 2006.

Saat Israel mengumpulkan profil Shukr, para perwira intelijen Mossad mengetahui perselingkuhannya, yang disembunyikan oleh komandan Hizbullah tersebut hingga dia mencari bantuan pada tahun 2024 dari ulama agama tertinggi kelompok tersebut, Hashem Safieddine, menurut laporan New York Times.

Safieddine, yang tewas dalam serangan udara Israel setelah ditunjuk sebagai penerus pemimpin yang terbunuh Sayyed Hassan Nasrallah, diduga memberikan nasihat kepada Shukr, di Shukr sepakat dengan solusi yang tidak lazim.

Ulama tersebut kemudian menyiapkan empat upacara pernikahan terpisah melalui telepon untuk Shukr dan masing-masing gundiknya.

Masih belum jelas kapan upacara pernikahan berlangsung, tetapi pernikahan itu tidak bertahan lama.

Shukr tewas setelah menjadi target utama Israel setelah serangan rudal di Majdal Shams pada bulan Juli, yang menewaskan puluhan warga Israel, termasuk anak-anak sekolah.

Pada 30 Juli, Shukr dilaporkan menerima panggilan telepon yang membujuknya keluar dari tempat persembunyian rahasianya di lingkungan Dahiyeh di Beirut selatan, tempat rudal Israel menghantam dan menewaskannya.

Pejabat Lebanon mengatakan Shukr tewas bersama salah satu istrinya, dua anak, dan dua wanita lainnya. Beberapa media Arab mengeklaim istri yang tewas adalah salah satu gundik yang dinikahi Shukr.

Dua wanita lainnya tidak diidentifikasi karena Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 70 orang lainnya juga terluka dalam ledakan itu.

Beberapa jam setelah pembunuhan Shukr, kepala Hamas Ismail Haniyeh tewas dalam dugaan pengeboman Israel saat dia mengunjungi Teheran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gol Gonzalo Plata Tak Mampu Selamatkan La Tri
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved