Kerabat Korban Tragedi Jeju Air Luapkan Tangis dan Marah: 'Kami Bukan Monyet di Kebun Binatang'
Senin, 30 Desember 2024 - 08:32 WIB
loading...
Kerabat korban tragedi kecelakaan penerbangan Jeju Air luapkan tangis dan marah di Bandara Internasional Muan Korea Selatan. Kecelakaan ini tewaskan 179 orang. Foto/via Yonhap
A
A
A
MUAN - Para kerabat dari 179 orang korban tewas dalam tragedi kecelakaan penerbangan Jeju Air di Korea Selatan meluapkan tangis dan marah mereka.
Kemarahan diluapkan kepada para wartawan yang hendak merekam kesedihan mereka di area kedatangan Bandara Internasional Muan pada hari Minggu.
"Kami bukan monyet di kebun binatang," teriak salah seorang kerabat korban. "Kami adalah keluarga yang berduka," teriaknya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (30/12/2024).
Mereka berkumpul, menangis, dan berpelukan saat relawan Palang Merah membagikan selimut.
Baca Juga: Tragedi Penerbangan Jeju Air Tewaskan 179 Orang, Ini Pesan Terakhir Penumpangnya
Ketika petugas medis mengumumkan nama-nama korban yang diidentifikasi berdasarkan sidik jari mereka, para kerabat menangis dan berteriak. Kertas-kertas diedarkan agar keluarga menuliskan detail kontak mereka.
Seorang kerabat berdiri di depan mikrofon untuk meminta informasi lebih lanjut dari pihak berwenang. "Kakak laki-laki saya meninggal dan saya tidak tahu apa yang terjadi," katanya. "Saya tidak tahu."
Kendaraan jenazah berbaris di luar untuk membawa jenazah, dan pihak berwenang mengatakan kamar mayat sementara telah didirikan.
Sementara itu, menurut saksi mata Reuters, lokasi kecelakaan berbau bahan bakar penerbangan dan darah. Pekerja dengan pakaian pelindung dan masker menyisir area tersebut sementara tentara mencari melalui semak-semak.
Tragedi penerbangan Jeju Air 7C2216 tercatat sebagai kecelakaan udara paling mematikan yang pernah terjadi di Korea Selatan.
Kecelakaan ini menewaskan 179 orang pada hari Minggu ketika pesawat tersebut mendarat dengan posisi terbalik dan tergelincir dari ujung landasan pacu, meletus menjadi bola api saat menghantam dinding di Bandara Internasional Muan.
Kemarahan diluapkan kepada para wartawan yang hendak merekam kesedihan mereka di area kedatangan Bandara Internasional Muan pada hari Minggu.
"Kami bukan monyet di kebun binatang," teriak salah seorang kerabat korban. "Kami adalah keluarga yang berduka," teriaknya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (30/12/2024).
Mereka berkumpul, menangis, dan berpelukan saat relawan Palang Merah membagikan selimut.
Baca Juga: Tragedi Penerbangan Jeju Air Tewaskan 179 Orang, Ini Pesan Terakhir Penumpangnya
Ketika petugas medis mengumumkan nama-nama korban yang diidentifikasi berdasarkan sidik jari mereka, para kerabat menangis dan berteriak. Kertas-kertas diedarkan agar keluarga menuliskan detail kontak mereka.
Seorang kerabat berdiri di depan mikrofon untuk meminta informasi lebih lanjut dari pihak berwenang. "Kakak laki-laki saya meninggal dan saya tidak tahu apa yang terjadi," katanya. "Saya tidak tahu."
Kendaraan jenazah berbaris di luar untuk membawa jenazah, dan pihak berwenang mengatakan kamar mayat sementara telah didirikan.
Sementara itu, menurut saksi mata Reuters, lokasi kecelakaan berbau bahan bakar penerbangan dan darah. Pekerja dengan pakaian pelindung dan masker menyisir area tersebut sementara tentara mencari melalui semak-semak.
Tragedi penerbangan Jeju Air 7C2216 tercatat sebagai kecelakaan udara paling mematikan yang pernah terjadi di Korea Selatan.
Kecelakaan ini menewaskan 179 orang pada hari Minggu ketika pesawat tersebut mendarat dengan posisi terbalik dan tergelincir dari ujung landasan pacu, meletus menjadi bola api saat menghantam dinding di Bandara Internasional Muan.
Lihat Juga :