Pemilu AS 2024 Mengubah Makna Demokrasi, Berikut 5 Faktanya

Senin, 30 Desember 2024 - 22:55 WIB
loading...
A A A
James Zogby, direktur Arab American Institute, memperingatkan agar tidak meremehkan seberapa besar dampak keputusan itu. Itu mungkin merupakan faktor yang berkontribusi terhadap dukungan yang lebih rendah dari yang diharapkan yang dilihat Harris dari kaum muda, katanya, di antara kelompok-kelompok lain.

“Tidak diragukan lagi bahwa itu berdampak. “Kita melihatnya di jajak pendapat, dan kita melihatnya di jumlah pemilih,” kata Zogby kepada Al Jazeera. “Apa yang kita lihat adalah ada kelompok-kelompok yang terdampak oleh perang ini, oleh kegagalan pemerintahan Biden untuk bertindak tegas dalam menangani krisis kemanusiaan dan genosida yang sedang berlangsung.”

“Dampak bersihnya adalah hilangnya suara di antara beberapa kelompok komponen: orang Arab, tentu saja, tetapi juga kaum muda dan pemilih kulit hitam dan Asia,” katanya.

“Yang terjadi adalah orang-orang tinggal di rumah, orang-orang hanya mengatakan itu tidak penting, orang-orang memilih kandidat yang kurang populer tetapi tidak memilih presiden,” katanya.

5. Politik Ras Bukan Segalanya

Terakhir, pemilihan umum 2024 menyaksikan Demokrat terus kehilangan dukungan dari pemilih kelas pekerja kulit putih – sementara meningkatkan dukungan dari orang kulit putih berpendidikan perguruan tinggi.

Tetapi pergeseran dukungan untuk Trump di antara pemilih Latin dan kulit hitam, khususnya pria di bawah usia 45 tahun, telah mendorong analisis terbanyak.

Sekitar tiga dari 10 pria kulit hitam di bawah usia 45 tahun memilih Trump – sekitar dua kali lipat dari yang ia peroleh pada tahun 2020. Pria Latino dalam kelompok usia tersebut hampir sama-sama memilih Trump dan Harris, memperkuat tren yang telah berlangsung selama bertahun-tahun menjauh dari Demokrat.

Beberapa analis telah menunjuk hasil tersebut sebagai bukti bahwa koalisi rasial yang telah lama dianggap sebagai tulang punggung Partai Demokrat tidak ada lagi. Yang lain telah mencatat bahwa pergeseran tersebut dapat berimplikasi pada undang-undang federal yang dimaksudkan untuk melindungi hak suara minoritas, karena undang-undang tersebut umumnya didasarkan pada gagasan bahwa kelompok tertentu secara umum memberikan suara secara serempak.

Namun, William Frey, seorang demografer di Brookings Institution, memperingatkan agar tidak terlalu antusias dengan prediksi apa pun tentang penataan ulang partai yang lebih luas. Meskipun signifikan, pergeseran ini masih relatif bertahap, dan dapat menjadi fenomena sementara yang terkait dengan tren global.

"Ini bisa menjadi tren pemilu yang 'berubah-ubah' ke arah Partai Republik bagi para pemilih kulit hitam dan Hispanik, yang sebagian besar masih lebih menyukai Partai Demokrat," kata Frey kepada Al Jazeera.

"Trump harus membuat pergeseran minoritas ini lebih permanen."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
5 Negara yang Memilih...
5 Negara yang Memilih Jalur Negosiasi Tarif dengan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved