Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal di Usia 100 Tahun

Senin, 30 Desember 2024 - 06:50 WIB
loading...
A A A
Dia terpilih sebagai gubernur Georgia pada tahun 1971 dan akhirnya menjabat sebagai presiden Amerika dari tahun 1977 hingga 1981.

Selama masa jabatannya, Carter awalnya berusaha untuk melanjutkan kebijakan detente dengan Uni Soviet, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan geopolitik Perang Dingin.

Pada bulan Juni 1979, dia dan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev menandatangani perjanjian Strategic Arms Limitation Talks II (SALT II), yang berupaya untuk membatasi perlombaan senjata antara kedua negara adidaya tersebut.

Namun, perjanjian tersebut menghadapi kendala di Senat AS dan tidak pernah diratifikasi, sebagian besar karena meningkatnya ketegangan setelah invasi Soviet ke Afghanistan pada akhir tahun 1979.

Carter melihat perang Soviet di Afghanistan sebagai ancaman terhadap kepentingan Amerika di wilayah tersebut dan menerapkan beberapa tindakan terhadap Uni Soviet, termasuk sanksi ekonomi dan boikot Olimpiade Musim Panas 1980 di Moskow.

Dia memberi wewenang kepada CIA untuk secara diam-diam membantu melatih dan mempersenjatai para milisi mujahidin Islam anti-Soviet. Bantuan rahasia kepada kaum Islamis tersebut berkontribusi pada penarikan pasukan Soviet dan kebangkitan Taliban.

Carter menjadi perantara Perjanjian Camp David 1978 antara Israel dan Mesir, yang menjadi kasus pertama negara Arab yang secara resmi mengakui negara Yahudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved