Kekayaan Pangeran William, dari Penghasilan Rp492 Miliar hingga Tanah Senilai Rp21 Triliun

Minggu, 29 Desember 2024 - 18:09 WIB
loading...
A A A
Martin memaparkan agenda keberlanjutan Pangeran William untuk perumahan tersebut ke depannya.

“Tujuan strategis kami yang muncul di bawah kepemimpinannya ada empat: meningkatkan pendapatan sambil mempertahankan nilai, menjadi perumahan dengan emisi nol bersih pada tahun 2032, menjadi perumahan contoh untuk penyediaan kesehatan mental bagi penyewa dan staf, dan, bekerja sama dengan pihak lain, untuk mengatasi tantangan tunawisma di Cornwall,” tulis Martin dalam laporan tersebut.

Pada bulan Februari, Pangeran William mengumumkan bahwa mereka akan membangun “akomodasi sementara berkualitas tinggi” di tanah Cornwall miliknya di Nansledan, Newquay, sebagai bagian dari upaya lima tahun untuk mengatasi tunawisma setempat. Berdasarkan pembaruan yang dibagikan pada bulan Mei, pembangunan kompleks perumahan 24 unit tersebut akan dimulai pada bulan September, dengan rumah pertama diharapkan selesai pada akhir tahun 2025.

Sementara itu, CelebrityNetWorth telah mematok kekayaan bersih Pangeran William, pewaris takhta berikutnya, sebesar USD100 juta. Namun, Daily Express dan media berita lainnya melaporkan kekayaannya meroket hingga lebih dari USD1 miliar setelah ia mengambil alih Kadipaten Cornwall, tanah milik pribadi senilai £1 miliar (USD1,3 miliar) atau Rp21 triliun., dari ayahnya, Raja Charles III, setelah kematian neneknya, Ratu Elizabeth II, pada September 2022.

Kadipaten Cornwall "mendanai kegiatan publik, amal, dan pribadi Pangeran Wales dan keluarganya," menurut situs webnya. Tanah milik tersebut didirikan oleh Edward III pada tahun 1337 untuk memberikan kemerdekaan kepada putra dan ahli warisnya, Pangeran Edward.

Portofolio tersebut mencakup tanah, sewa lahan pertanian, dan properti komersial di sedikitnya 20 daerah di Inggris dan Wales. Pada tahun 2023, aset tersebut menghasilkan "surplus yang dapat didistribusikan" sebesar £24 juta ($30 juta), menurut laporan tahunan terbaru dari tanah tersebut. Para bangsawan tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan, tetapi telah melakukannya secara sukarela sejak tahun 1993, menurut Parlemen.

Selain harta tersebut, Pangeran William, bersama adiknya Pangeran Harry, menerima warisan dari ibunya, Putri Diana, dan nenek buyut dari pihak ayah, Ibu Suri.

Ketika Ibu Suri meninggal pada tahun 2002, ia meninggalkan sekitar £14 juta (USD17,6 juta saat ini) untuk cicit-cicitnya, dengan sebagian besar diberikan kepada Pangeran Harry karena William akan mendapat keuntungan finansial jika suatu hari nanti menjadi Raja, BBC melaporkan.

Setelah kematian ibu mereka pada tahun 1997, kedua bersaudara itu mewarisi USD21,3 juta setelah pajak untuk dibagi di antara mereka, menurut surat wasiatnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved