Putin Amandemen UU Rusia: Pemberontakan Bersenjata Dipenjara Seumur Hidup

Minggu, 29 Desember 2024 - 10:01 WIB
loading...
Putin Amandemen UU Rusia:...
Presiden Vladimir Putin mengamandemen UU Rusia, yang mengharuskan pemberontakan bersenjata dihukum penjara seumur hidup. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin pada hari Sabtu menandatangani amandemen undang-undang (UU) yang memberikan pengadilan Rusia wewenang untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada penyelenggara pemberontakan bersenjata.

Menurut Russia Today, versi UU sebelumnya menetapkan bahwa pengadilan harus menjatuhkan hukuman antara 12 hingga 20 tahun penjara kepada pihak yang terlibat pemberontakan bersenjata.

Amandemen yang dipublikasikan oleh situs web hukum resmi pemerintah Rusia membedakan antara peserta reguler dan dalang upaya untuk menggulingkan pemerintah dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Jika upaya tersebut menyebabkan kematian atau konsekuensi tak terduga lainnya, disebutkakan bahwa hukuman yang lebih berat harus diterapkan, termasuk hukuman penjara seumur hidup.

Baca Juga: Rusia Serang Ukraina saat Natal, Zelensky Sebut Putin Tak Manusiawi

Aturan baru tersebut juga secara eksplisit menyatakan bahwa jika seorang konspirator memberi tahu pihak berwenang tentang pemberontakan yang direncanakan atau bertindak untuk mengurangi kerusakan pada kepentingan Rusia, dia dapat dibebaskan dari tanggung jawab hukum.

Undang-undang tersebut membuat orang yang dihukum karena pemberontakan bersenjata dan terorisme tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan lebih awal dari penjara.

Undang-undang tersebut juga memperkenalkan pasal baru dalam UU Hukum Pidana yang ditujukan untuk warga negara asing dan orang tanpa kewarganegaraan yang membantu dan mendukung aktivitas musuh, atau yang merusak keamanan nasional Rusia.

Parlemen Rusia mengadopsi amandemen tersebut awal bulan ini. Putin menandatanganinya menjadi undang-undang saat dia sedang membersihkan tumpukan dokumen menjelang Tahun Baru, berdasarkan aktivitasnya baru-baru ini.

Pada hari Kamis dan Sabtu, Putin meratifikasi total 84 perubahan pada undang-undang Rusia, menurut hitungan media setempat. Dia telah menandatangani total 563 undang-undang baru tahun ini.

Mendiang pendiri perusahaan militer swasta Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, melancarkan pemberontakan besar-besaran, dengan beberapa pasukan berbaris menuju Moskow pada Juni 2023.

Dia kemudian setuju untuk menghentikan serangan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintah Rusia yang ditengahi oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Dua bulan setelah upaya pemberontakan yang gagal, Prigozhin dan beberapa agen Wagner lainnya tewas dalam kecelakaan pesawat tidak jauh dari Moskow.

Kelompok tentara bayaran Wagner telah berpartisipasi aktif dalam perang Ukraina, merekrut milisi baik di Rusia maupun di luar negeri. Kelompok ini menjadi terkenal karena merebut benteng utama Donbas di Artemovsk, yang dikenal di Ukraina sebagai Bakhmut, pada Mei 2023.

Namun, Prigozhin terlibat perseteruan terbuka dengan Kementerian Pertahanan Rusia, berulang kali menuduhnya gagal menyediakan peralatan dan amunisi yang memadai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved