Apakah Israel Akan Menyerang Yordania?
Jum'at, 27 Desember 2024 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
“Perdana menteri Israel datang ke sini hari ini dan mengatakan bahwa Israel dikelilingi oleh mereka yang ingin menghancurkannya...kami di sini—anggota komite Muslim-Arab, yang diamanatkan oleh 57 negara Arab dan Muslim—dan saya dapat memberi tahu Anda dengan sangat tegas, kami semua bersedia menjamin keamanan Israel dalam konteks Israel mengakhiri pendudukan dan mengizinkan munculnya Negara Palestina,” kata Safadi.
Dia menuduh Netanyahu sengaja menciptakan "bahaya" bagi Israel karena menentang solusi dua negara.
"Bisakah Anda bertanya kepada pejabat Israel apa tujuan akhir mereka—selain hanya perang dan perang dan perang?" tanyanya.
Kilas Balik Konflik Israel-Yordania
Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel berperang dengan negara-negara Arab, termasuk Mesir, Yordania, dan Suriah.
Sebelum perang dimulai, Israel menganggap Yordania sebagai ancaman potensial karena hubungan Yordania dengan negara-negara Arab lainnya yang anti-Israel. Namun, pada saat yang sama, Israel memiliki kebijakan untuk tidak terlibat langsung dengan Yordania kecuali jika Yordania ikut menyerang.
Selama perang, setelah Yordania menyerang, Israel akhirnya melakukan serangan balasan yang sangat cepat. Israel menguasai seluruh Yerusalem dan wilayah Tepi Barat yang sebelumnya dikuasai oleh Yordania.
Pada akhirnya, Yordania dan Israel menandatangani Perjanjian Perdamaian pada tahun 1994, yang mengakhiri secara resmi permusuhan antara kedua negara tersebut. Perjanjian ini mengatur berbagai aspek hubungan bilateral, termasuk masalah perbatasan dan keamanan.
Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa pertimbangan strategis dan perencanaan militer terkait dengan kemungkinan serangan terhadap Yordania, terutama selama Perang Enam Hari, Israel lebih cenderung untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Yordania setelah itu dan akhirnya memilih jalan diplomasi yang mengarah pada perdamaian.
Dia menuduh Netanyahu sengaja menciptakan "bahaya" bagi Israel karena menentang solusi dua negara.
"Bisakah Anda bertanya kepada pejabat Israel apa tujuan akhir mereka—selain hanya perang dan perang dan perang?" tanyanya.
Kilas Balik Konflik Israel-Yordania
1. Perang Enam Hari 1967
Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel berperang dengan negara-negara Arab, termasuk Mesir, Yordania, dan Suriah.
Sebelum perang dimulai, Israel menganggap Yordania sebagai ancaman potensial karena hubungan Yordania dengan negara-negara Arab lainnya yang anti-Israel. Namun, pada saat yang sama, Israel memiliki kebijakan untuk tidak terlibat langsung dengan Yordania kecuali jika Yordania ikut menyerang.
Selama perang, setelah Yordania menyerang, Israel akhirnya melakukan serangan balasan yang sangat cepat. Israel menguasai seluruh Yerusalem dan wilayah Tepi Barat yang sebelumnya dikuasai oleh Yordania.
2. Perjanjian Perdamaian Israel dengan Yordania 1994
Pada akhirnya, Yordania dan Israel menandatangani Perjanjian Perdamaian pada tahun 1994, yang mengakhiri secara resmi permusuhan antara kedua negara tersebut. Perjanjian ini mengatur berbagai aspek hubungan bilateral, termasuk masalah perbatasan dan keamanan.
Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa pertimbangan strategis dan perencanaan militer terkait dengan kemungkinan serangan terhadap Yordania, terutama selama Perang Enam Hari, Israel lebih cenderung untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Yordania setelah itu dan akhirnya memilih jalan diplomasi yang mengarah pada perdamaian.
(mas)
Lihat Juga :