4 Hukuman bagi Koruptor di China: Eksekusi Mati hingga Hak Politik Dicabut

Jum'at, 27 Desember 2024 - 14:01 WIB
loading...
4 Hukuman bagi Koruptor...
Ada 4 jenis hukuman bagi koruptor di China, dari eksekusi mati hingga hak politiknya dicabut. Foto/via Myind
A A A
BEIJING - China, sebagai negara yang menganggap korupsi sebagai masalah besar, telah menerapkan berbagai hukuman keras bagi para koruptor. Salah satunya adalah hukuman mati yang bisa berujung pada eksekusi tembak.

Sejak dipimpin Presiden Xi Jinping, China mengintensifkan upaya pemberantasan korupsi melalui kampanye anti-korupsi besar-besaran.

Hukuman bagi koruptor di negera tersebut cenderung keras, dengan tujuan untuk menegakkan disiplin dan memberantas praktik korupsi yang merusak kehidupan negara.

Baca Juga: Siapa Li Jianping? Koruptor Terbesar China yang Menilap Rp6,8 Triliun dan Dieksekusi Mati

4 Jenis Hukuman bagi Koruptor di China

1. Hukuman Penjara Seumur Hidup


Hukuman penjara bagi koruptor di China bervariasi, tergantung pada besarnya jumlah uang yang dikorupsi atau besaran suap dan dampak dari tindakan tersebut.

Koruptor yang terbukti menerima suap dalam jumlah kecil dapat dijatuhi hukuman penjara selama beberapa tahun.

Namun, bagi mereka yang terlibat dalam praktik korupsi besar, hukuman penjara dapat mencapai puluhan tahun hingga seumur hidup.

Contoh Kasus:

Sun Zhengcai, mantan Menteri Pertanian dan mantan Sekretaris Partai Komunis China Kota Chongqing, dihukum penjara seumur hidup pada tahun 2018 karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Sun Zhengcai terbukti menerima suap 170 juta yuan dalam kurun 2002 sampai 2017.


2. Hukuman Mati hingga Dieksekusi


China dikenal memiliki hukuman mati yang dapat diterapkan pada kasus-kasus korupsi yang sangat parah, terutama jika jumlah suap yang diterima sangat besar atau menyebabkan kerugian negara yang signifikan. Hukuman mati di China seringkali dilakukan dengan cara eksekusi tembak.

Contoh Kasus:

Li Jianping, mantan pejabat di daerah otonomi Mongolia Dalam dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah menggelapkan lebih dari 3 miliar yuan atau USD421 juta. Ini merupakan kasus korupsi terbesar di China.

Li Jianping kemudian dieksekusi mati pada 17 Desember 2024.

3. Kekayaan Dirampas Negara


Selain hukuman penjara atau hukuman mati, koruptor di China juga dapat dirampas kekayaannya oleh negara atau dengan kata lain dimiskinkan.

Hukuman ini diharapkan menimbulkan efek jera bagi para koruptor.

Contoh Kasus:

Liu Zhijun, mantan Menteri Kereta Api China, dijatuhi hukuman mati percobaan oleh pengadilan pada Juli 2013 karena menerima suap lebih dari 64 juta yuan dalam waktu 25 tahun.

Selain dihukum mati percobaan dengan masa tenggang dua tahun, kekayaannya juga disita oleh negara.

4. Didepak dari Jabatan dan Diskualifikasi dari Politik


Pejabat yang terlibat dalam korupsi sering kali dipecat dari jabatan publik mereka, dan dalam beberapa kasus, mereka dilarang untuk kembali memegang posisi publik atau terlibat dalam kegiatan politik.

Ini adalah langkah yang diambil untuk mencegah individu yang sudah terbukti korup untuk kembali memiliki kekuasaan.

Contoh Kasus:

Jenderal Xu Caihou, mantan Wakil Ketua Komisi Militer Sentral China, adalah salah satu pejabat senior yang terkena dampak dari kampanye anti-korupsi Presiden Xi Jinping.

Xu dipecat karena menerima suap dari pejabat militer dan kontraktor yang ingin mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek militer.

Selain dijatuhi hukuman penjara, Xu dicabut hak politiknya, yang berarti dia tidak dapat lagi berpartisipasi dalam urusan politik negara atau memperoleh posisi penting dalam Partai Komunis China.

Xu ditemukan tewas bunuh diri pada 2015 sebelum vonis dijatuhkan secara resmi oleh pengadilan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved