Jawab Kecaman Turki, Partai Kemajuan: Membakar Alquran Legal di Norwegia
Selasa, 01 September 2020 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Turki Desak Eropa Respons Serius Penodaan Alquran di Swedia dan Norwegia )
“Kami tidak akan mengizinkan pasukan totaliter atau negara lain untuk membatasi kebebasan berekspresi konstitusional yang kami miliki di Norwegia. Izinkan saya menyatakan bahwa membakar Alquran di Norwegia adalah legal. Seharusnya masih demikian,” kata Jensen kepada surat kabar Dagsavisen,yang dikutip Selasa (1/9/2020).
"Saya menjauhkan diri dari pembakaran Alquran, dengan cara yang sama saya menjauhkan diri dari pembakaran bendera Norwegia atau Alkitab. Itu masih harus kita pertahankan dalam masyarakat kita, karena itu bagian dari kebebasan berekspresi," ujar pemimpin Partai Kemajuan itu, seraya menekankan bahwa partainya juga menjauhi SIAN.
Pada hari Sabtu, Fanny Bråten dari SIAN, yang sebelumnya telah didakwa dan kemudian dibebaskan atas tuduhan membuat ujaran yang mendorong kebencian, mengumumkan dalam pertemuan publik bahwa dia akan menodai Alquran. Dia kemudian merobek salinan Alquran, meludahi halaman-halamannya dan menghina Nabi Muhammad. Aksinya memicu kemarahan umat Muslim setempat dan terjadi kerusuhan.
(Baca: Rasmus Paludan, Politikus Anti-Islam Otak Pembakaran Alquran di Swedia )
“Kami tidak akan mengizinkan pasukan totaliter atau negara lain untuk membatasi kebebasan berekspresi konstitusional yang kami miliki di Norwegia. Izinkan saya menyatakan bahwa membakar Alquran di Norwegia adalah legal. Seharusnya masih demikian,” kata Jensen kepada surat kabar Dagsavisen,yang dikutip Selasa (1/9/2020).
"Saya menjauhkan diri dari pembakaran Alquran, dengan cara yang sama saya menjauhkan diri dari pembakaran bendera Norwegia atau Alkitab. Itu masih harus kita pertahankan dalam masyarakat kita, karena itu bagian dari kebebasan berekspresi," ujar pemimpin Partai Kemajuan itu, seraya menekankan bahwa partainya juga menjauhi SIAN.
Pada hari Sabtu, Fanny Bråten dari SIAN, yang sebelumnya telah didakwa dan kemudian dibebaskan atas tuduhan membuat ujaran yang mendorong kebencian, mengumumkan dalam pertemuan publik bahwa dia akan menodai Alquran. Dia kemudian merobek salinan Alquran, meludahi halaman-halamannya dan menghina Nabi Muhammad. Aksinya memicu kemarahan umat Muslim setempat dan terjadi kerusuhan.
(Baca: Rasmus Paludan, Politikus Anti-Islam Otak Pembakaran Alquran di Swedia )
Lihat Juga :