Turki Desak Eropa Respon Serius Penodaan Al Quran di Swedia dan Norwegia
Senin, 31 Agustus 2020 - 22:08 WIB
loading...
Turki mendesak Eropa untuk merespon serius penodaan terhadap Al Quran, yang sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu sepekan terakhir di Eropa. Foto/REUTERS
A
A
A
ANKARA - Turki melemparkan kecaman keras atas penodaan terhadap Al Quran di Norwegia. Ankara kemudian mendesak Eropa untuk merespon serius penodaan terhadap Al Quran , yang sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu sepekan terakhir di Eropa.
Dalam aksi yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan Hentikan Islamisasi Norwegia (SION) pada akhir pekan lalu, seorang pengunjuk rasa merobek halaman-halaman Al Quran dan meludahinya.
Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (31/8/2020), mengatakan, mereka berharap hal-hal semacam ini seharusnya dapat dicegah. ( Baca juga: M Natsir, Bapak Aktivis Dakwah Indonesia yang Menolak Sistem Politik Turki Utsmani )
"Turki akan melanjutkan perjuangannya melawan gerakan fasis dan rasis. Kami politisi dan otoritas Eropa untuk menanggapi masalah ini dengan serius, dan melakukan upaya dalam hal ini," ucapnya.
"Tindakan penodaan terhadap Al Quran telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di negara-negara Skandinavia yang mengklaim mereka memimpin dalam demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum," sambungnya.
Sebelumnya, pekan lalu kelompok sayap kanan di Malmo, Swedia membakar Al Quran. Setelah rekaman pembakaran itu muncul di internet, kelompok anti rasis di Malmo bereaksi terhadap kejadian tersebut dan para aktivis yang memblokir lalu lintas, dan membakar ban di jalan.
Polisi di Malmo dilaporkan telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pembakaran Al Quran. ( Baca juga: Mengapa Sabar itu Pahalanya Berlipat Ganda? )
Dalam aksi yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan Hentikan Islamisasi Norwegia (SION) pada akhir pekan lalu, seorang pengunjuk rasa merobek halaman-halaman Al Quran dan meludahinya.
Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (31/8/2020), mengatakan, mereka berharap hal-hal semacam ini seharusnya dapat dicegah. ( Baca juga: M Natsir, Bapak Aktivis Dakwah Indonesia yang Menolak Sistem Politik Turki Utsmani )
"Turki akan melanjutkan perjuangannya melawan gerakan fasis dan rasis. Kami politisi dan otoritas Eropa untuk menanggapi masalah ini dengan serius, dan melakukan upaya dalam hal ini," ucapnya.
"Tindakan penodaan terhadap Al Quran telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di negara-negara Skandinavia yang mengklaim mereka memimpin dalam demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum," sambungnya.
Sebelumnya, pekan lalu kelompok sayap kanan di Malmo, Swedia membakar Al Quran. Setelah rekaman pembakaran itu muncul di internet, kelompok anti rasis di Malmo bereaksi terhadap kejadian tersebut dan para aktivis yang memblokir lalu lintas, dan membakar ban di jalan.
Polisi di Malmo dilaporkan telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pembakaran Al Quran. ( Baca juga: Mengapa Sabar itu Pahalanya Berlipat Ganda? )
(esn)
Lihat Juga :