AS Cabut Hadiah Rp162 Miliar untuk Penangkapan Pemimpin Baru Suriah
Sabtu, 21 Desember 2024 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Perjalanan Leaf ke Suriah bersama Daniel Rubinstein, mantan utusan khusus untuk Suriah, dan kepala utusan pemerintah AS untuk urusan penyanderaan, Roger Carstens, terjadi saat negara-negara Barat sedang mempertimbangkan apakah akan mencabut sebutan "teroris" untuk HTS.
Meskipun penetapan itu disertai serangkaian sanksi, hal itu tidak melarang pejabat AS untuk berbicara dengan anggota atau pemimpin kelompok tersebut.
Melaporkan dari Washington DC, pada Jumat sore, Rosiland Jordan dari Al Jazeera mengatakan, “Pandangan pemerintah AS adalah mencabut hadiah untuk penangkapan al-Sharaa akan memungkinkannya lebih mempromosikan apa yang diinginkan AS dan mitra regional lainnya, yaitu Suriah yang produktif, aman, dan terlindungi."
Jordan menambahkan langkah itu "bukanlah imbalan, per se" tetapi Washington memang ingin mengetahui apa yang terjadi pada beberapa warga Amerika yang hilang di Suriah selama perang saudara di negara itu.
Itu termasuk jurnalis Austin Tice, yang menghilang di dekat Damaskus pada tahun 2012.
"Jadi (para diplomat AS) ingin menegaskan kembali diskusi tersebut, dan HTS telah mengatakan mereka akan melakukan semua yang dapat dilakukannya untuk mencoba mencari tahu di mana Austin Tice berada, sehingga dia dapat dikembalikan ke keluarganya di Amerika Serikat," ujar Jordan.
Dia menyatakan, “Sekali lagi, ini bukan bentuk imbalan, tetapi kesempatan bagi Amerika dan Suriah untuk benar-benar berbicara tentang bagaimana mereka dapat bekerja sama dalam beberapa pekan dan bulan mendatang.”
Sementara itu, pada hari Kamis, AS mengakui mereka memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.
Meskipun penetapan itu disertai serangkaian sanksi, hal itu tidak melarang pejabat AS untuk berbicara dengan anggota atau pemimpin kelompok tersebut.
Melaporkan dari Washington DC, pada Jumat sore, Rosiland Jordan dari Al Jazeera mengatakan, “Pandangan pemerintah AS adalah mencabut hadiah untuk penangkapan al-Sharaa akan memungkinkannya lebih mempromosikan apa yang diinginkan AS dan mitra regional lainnya, yaitu Suriah yang produktif, aman, dan terlindungi."
Jordan menambahkan langkah itu "bukanlah imbalan, per se" tetapi Washington memang ingin mengetahui apa yang terjadi pada beberapa warga Amerika yang hilang di Suriah selama perang saudara di negara itu.
Itu termasuk jurnalis Austin Tice, yang menghilang di dekat Damaskus pada tahun 2012.
"Jadi (para diplomat AS) ingin menegaskan kembali diskusi tersebut, dan HTS telah mengatakan mereka akan melakukan semua yang dapat dilakukannya untuk mencoba mencari tahu di mana Austin Tice berada, sehingga dia dapat dikembalikan ke keluarganya di Amerika Serikat," ujar Jordan.
Dia menyatakan, “Sekali lagi, ini bukan bentuk imbalan, tetapi kesempatan bagi Amerika dan Suriah untuk benar-benar berbicara tentang bagaimana mereka dapat bekerja sama dalam beberapa pekan dan bulan mendatang.”
Sementara itu, pada hari Kamis, AS mengakui mereka memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.
Lihat Juga :