Bukti Kekejaman Rezim Assad Terkuak, Kuburan Massal Berisi Ribuan Jenazah Ditemukan di Damaskus
Rabu, 18 Desember 2024 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Ungor mengatakan pembuatan tempat penyimpanan DNA keluarga yang kerabatnya hilang akan membantu mencocokkan jenazah dengan nama, sehingga memberikan kepastian bagi mereka yang masih mencari orang yang mereka cintai.
Profesor tersebut merupakan salah satu dari segelintir akademisi yang menerima video dan bukti lain dari sumber anonim sebagai bagian dari penyelidikan selama setahun terhadap lokasi pemakaman tersebut.
Mohammed Vall dari Al Jazeera, melaporkan dari Qatana, mengatakan intelijen angkatan udara Suriah diyakini bertanggung jawab untuk memindahkan jenazah dari rumah sakit – tempat mereka dikumpulkan setelah dibunuh di penjara – dan membawanya ke kuburan massal.
Baca Juga: Sekutu Terus Tergerus, Sampai Kapan Iran Akan Bertahan?
“Kuburan massal ini menyimpan rahasia 54 tahun despotisme, penyiksaan, dan kediktatoran,” kata Vall. “Ini baru permulaan.”
Minggu lalu, Human Rights Watch mengunjungi daerah Tadamon di Damaskus selatan, tempat ditemukannya sisa-sisa jasad manusia yang menunjukkan tanda-tanda yang sesuai dengan eksekusi. Organisasi yang berpusat di New York itu meminta otoritas transisi Suriah untuk menyimpan bukti fisik di seluruh negeri.
Panglima tertinggi pemerintahan baru, Ahmed al-Sharaa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Suriah atau yang secara aktif membantu al-Assad melakukan kejahatan tersebut akan diadili.
Profesor tersebut merupakan salah satu dari segelintir akademisi yang menerima video dan bukti lain dari sumber anonim sebagai bagian dari penyelidikan selama setahun terhadap lokasi pemakaman tersebut.
Mohammed Vall dari Al Jazeera, melaporkan dari Qatana, mengatakan intelijen angkatan udara Suriah diyakini bertanggung jawab untuk memindahkan jenazah dari rumah sakit – tempat mereka dikumpulkan setelah dibunuh di penjara – dan membawanya ke kuburan massal.
Baca Juga: Sekutu Terus Tergerus, Sampai Kapan Iran Akan Bertahan?
“Kuburan massal ini menyimpan rahasia 54 tahun despotisme, penyiksaan, dan kediktatoran,” kata Vall. “Ini baru permulaan.”
Minggu lalu, Human Rights Watch mengunjungi daerah Tadamon di Damaskus selatan, tempat ditemukannya sisa-sisa jasad manusia yang menunjukkan tanda-tanda yang sesuai dengan eksekusi. Organisasi yang berpusat di New York itu meminta otoritas transisi Suriah untuk menyimpan bukti fisik di seluruh negeri.
Panglima tertinggi pemerintahan baru, Ahmed al-Sharaa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Suriah atau yang secara aktif membantu al-Assad melakukan kejahatan tersebut akan diadili.
Lihat Juga :