Inilah 3 Perbedaan Raja Charles III dan Ratu Elizabeth II Tentang Agresi Israel di Palestina
Selasa, 17 Desember 2024 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2018 lalu, sang ratu memilih mengirim cucunya Pangeran William untuk menghadiri peringatan 70 tahun kemerdekaan Israel. Banyak pihak menilai jika ini merupakan salah satu bentuk boikot tidak resmi untuk negara tersebut.
Sementara itu Raja Charles III justru langsung melakukan kunjungan resmi sebagai Pangeran Wales ke Israel dan Tepi Barat yang diduduki pada bulan Januari 2020.
Di Yerusalem, ia menyampaikan pidato di Forum Holocaust Dunia untuk menandai peringatan 75 tahun pembebasan kamp kematian Nazi di Auschwitz.
Dalam perjalanan yang sama, Charles mengunjungi kota Palestina, Betlehem, dan berdoa untuk "perdamaian yang adil dan abadi" di Timur Tengah.
Ia juga mengatakan ia "terkesan oleh energi, kehangatan, dan kemurahan hati yang luar biasa dari orang-orang Palestina."
Mantan Presiden Israel, Reuven Rivlin, mengatakan Ratu Elizabeth II memiliki hubungan yang dingin dengan Israel, menolak menerima pejabat Zionis di Istana Buckingham atau mengunjungi negara penjajah itu.
Laporan itu menambahkan Rivlin mengatakan sebagai akibat dari keyakinan dan pandangan Ratu Elizabeth terhadap negara, hubungan antara dirinya dan Israel menjadi tegang.
Beberapa pihak juga menyoroti sikap Ratu Elizabeth yang telah melihat lokasi permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, sang ratu Inggris pada saat itu mengatakan, "Sungguh peta yang menyedihkan."
Sementara itu Raja Charles III justru langsung melakukan kunjungan resmi sebagai Pangeran Wales ke Israel dan Tepi Barat yang diduduki pada bulan Januari 2020.
Di Yerusalem, ia menyampaikan pidato di Forum Holocaust Dunia untuk menandai peringatan 75 tahun pembebasan kamp kematian Nazi di Auschwitz.
Dalam perjalanan yang sama, Charles mengunjungi kota Palestina, Betlehem, dan berdoa untuk "perdamaian yang adil dan abadi" di Timur Tengah.
Ia juga mengatakan ia "terkesan oleh energi, kehangatan, dan kemurahan hati yang luar biasa dari orang-orang Palestina."
2. Persepsi tentang Warga Israel
Mantan Presiden Israel, Reuven Rivlin, mengatakan Ratu Elizabeth II memiliki hubungan yang dingin dengan Israel, menolak menerima pejabat Zionis di Istana Buckingham atau mengunjungi negara penjajah itu.
Laporan itu menambahkan Rivlin mengatakan sebagai akibat dari keyakinan dan pandangan Ratu Elizabeth terhadap negara, hubungan antara dirinya dan Israel menjadi tegang.
Beberapa pihak juga menyoroti sikap Ratu Elizabeth yang telah melihat lokasi permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, sang ratu Inggris pada saat itu mengatakan, "Sungguh peta yang menyedihkan."
Lihat Juga :