Seluruh Tentara Rusia Akan Hengkang dari Suriah dalam Waktu Satu Bulan
Selasa, 17 Desember 2024 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir penting juga untuk melihat persyaratan mengenai pangkalan militer Rusia di Suriah. Kami ingin Rusia keluar," lanjutnya.
Sementara Uni Eropa belum memberikan keputusan resmi mengenai sanksi terkait Suriah, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. Dia mengatakan pihaknya akan mengirim diplomat tertinggi blok tersebut di Suriah untuk bertemu dengan pemerintah transisi baru di Damaskus.
"Saya pikir kita tidak bisa membiarkan kekosongan—dan kita tidak melakukannya," kata Kallas kepada wartawan. "Kami juga akan berdiskusi dengan para menteri luar negeri mengenai tingkat keterlibatan dan bagaimana kita melanjutkan dari sini," katanya.
Moskow telah mendukung Suriah sejak awal Perang Dingin, dan telah mengakui kemerdekaannya pada tahun 1944 ketika Damaskus berusaha menyingkirkan kekuasaan kolonial Prancis. Barat telah lama menganggap Suriah sebagai satelit Soviet.
Pangkalan-pangkalan di Suriah merupakan bagian integral dari kehadiran militer global Rusia—Pangkalan Angkatan Laut Tartous merupakan satu-satunya pusat perbaikan dan pasokan ulang Rusia di Mediterania, sedangkan Pangkalan Udara Khmeimim sebagai pos persinggahan utama untuk aktivitas militer dan tentara bayaran di Afrika.
Rusia juga memiliki pos-pos penyadapan di Suriah yang dijalankan di samping stasiun-stasiun sinyal Suriah, menurut sumber-sumber intelijen militer Suriah dan Barat.
Fasilitas Tartous berdiri sejak tahun 1971, dan setelah Rusia campur tangan dalam perang saudara untuk membantu Assad, Moskow pada tahun 2017 diberikan sewa gratis selama 49 tahun.
Sementara Uni Eropa belum memberikan keputusan resmi mengenai sanksi terkait Suriah, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. Dia mengatakan pihaknya akan mengirim diplomat tertinggi blok tersebut di Suriah untuk bertemu dengan pemerintah transisi baru di Damaskus.
"Saya pikir kita tidak bisa membiarkan kekosongan—dan kita tidak melakukannya," kata Kallas kepada wartawan. "Kami juga akan berdiskusi dengan para menteri luar negeri mengenai tingkat keterlibatan dan bagaimana kita melanjutkan dari sini," katanya.
Moskow telah mendukung Suriah sejak awal Perang Dingin, dan telah mengakui kemerdekaannya pada tahun 1944 ketika Damaskus berusaha menyingkirkan kekuasaan kolonial Prancis. Barat telah lama menganggap Suriah sebagai satelit Soviet.
Pangkalan-pangkalan di Suriah merupakan bagian integral dari kehadiran militer global Rusia—Pangkalan Angkatan Laut Tartous merupakan satu-satunya pusat perbaikan dan pasokan ulang Rusia di Mediterania, sedangkan Pangkalan Udara Khmeimim sebagai pos persinggahan utama untuk aktivitas militer dan tentara bayaran di Afrika.
Rusia juga memiliki pos-pos penyadapan di Suriah yang dijalankan di samping stasiun-stasiun sinyal Suriah, menurut sumber-sumber intelijen militer Suriah dan Barat.
Fasilitas Tartous berdiri sejak tahun 1971, dan setelah Rusia campur tangan dalam perang saudara untuk membantu Assad, Moskow pada tahun 2017 diberikan sewa gratis selama 49 tahun.
(mas)
Lihat Juga :