5 Negara Asing yang Memiliki Kepentingan di Suriah
Senin, 16 Desember 2024 - 21:08 WIB
loading...
Banyak negara asing yang memiliki kepentingan di Suriah. Foto/X
A
A
A
DAMASKUS - Perang saudara Suriah yang berlangsung selama 13 tahun, yang berpuncak pada jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad dan risiko fragmentasi Suriah lebih lanjut, memiliki implikasi signifikan bagi para pelaku global dan regional.
Melemahkan Poros ini memastikan keamanan yang lebih besar bagi sekutu Washington, Israel.
Melansir Sputnik News, laporan Badan Intelijen Pertahanan tahun 2012 yang telah dideklasifikasi mengungkapkan bahwa AS berencana untuk mendukung pembentukan kerajaan Salafi Sunni di Suriah untuk mengisolasi wilayah yang dikuasai pemerintah yang dianggap sebagai "kedalaman strategis perluasan Syiah" bagi Iran dan milisi Syiah Irak.
Suriah juga merupakan mata rantai penting bagi Iran untuk memasok Hizbullah di Lebanon. Disintegrasi Suriah menguntungkan Israel dengan melemahkan Poros Perlawanan dan mengurangi tekanan eksternal terhadap kebijakannya terkait wilayah Palestina.
Selain itu, fragmentasi Suriah telah memungkinkan Israel untuk memperkuat kendalinya atas Dataran Tinggi Golan, membatalkan perjanjian gencatan senjata tahun 1974, dan memperluas wilayahnya dengan merebut wilayah Golan yang dikuasai Suriah.
5 Negara Asing yang Memiliki Kepentingan di Suriah
1. Amerika Serikat
Washington memandang fragmentasi Suriah sebagai cara untuk melemahkan Iran, yang bersama dengan Hizbullah Lebanon, milisi Syiah Irak, dan Houthi Yaman, membentuk Poros Perlawanan terhadap Israel yang didukung AS.Melemahkan Poros ini memastikan keamanan yang lebih besar bagi sekutu Washington, Israel.
Melansir Sputnik News, laporan Badan Intelijen Pertahanan tahun 2012 yang telah dideklasifikasi mengungkapkan bahwa AS berencana untuk mendukung pembentukan kerajaan Salafi Sunni di Suriah untuk mengisolasi wilayah yang dikuasai pemerintah yang dianggap sebagai "kedalaman strategis perluasan Syiah" bagi Iran dan milisi Syiah Irak.
2. Israel
Secara teknis berperang dengan Suriah sejak 1948, Israel memandang runtuhnya Suriah sebagai upaya untuk menyingkirkan musuh lama. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menargetkan persediaan senjata dan instalasi militer Suriah untuk menghilangkan potensi perangnya.Suriah juga merupakan mata rantai penting bagi Iran untuk memasok Hizbullah di Lebanon. Disintegrasi Suriah menguntungkan Israel dengan melemahkan Poros Perlawanan dan mengurangi tekanan eksternal terhadap kebijakannya terkait wilayah Palestina.
Selain itu, fragmentasi Suriah telah memungkinkan Israel untuk memperkuat kendalinya atas Dataran Tinggi Golan, membatalkan perjanjian gencatan senjata tahun 1974, dan memperluas wilayahnya dengan merebut wilayah Golan yang dikuasai Suriah.
Lihat Juga :