Janji untuk Tidak Ganggu Warga, Tentara Israel Lobi Pejabat Suriah di Dataran Tinggi Golan
Minggu, 15 Desember 2024 - 15:50 WIB
loading...
Tentara Israel janji tidak akan mengganggu warta Suriah di wilayah yang diduduki Zionis. Foto/X/@OsiOsint1
A
A
A
DAMASKUS - Perwira militer Israel dilaporkan telah bertemu dengan pejabat tinggi dan wali kota Suriah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Tentara Israel memberi tahu mereka bahwa tidak akan ada bahaya yang menimpa penduduk dan bahwa rutinitas harian mereka akan terus berlanjut sepenuhnya, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.
“Saya meminta Mukhtar Kafr Batna untuk mengambil senjata dari penduduk,” mengutip pernyataan seorang komandan yang tidak disebutkan namanya di Brigade Lapis Baja Batalyon ke-77.
“Penduduk kota mengembalikan senjata yang mereka sita dari posisi tentara Suriah yang ditinggalkan.”
Tentara Israel dilaporkan beroperasi di tujuh desa di wilayah Suriah yang diduduki, beberapa di antaranya di luar Quneitra. Mereka bermaksud untuk tetap berada di daerah itu sampai diserahkan kepada entitas negara yang terorganisasi sehingga “organisasi teroris” tidak mencapainya, surat kabar tersebut melaporkan.
Menurut Rob Geist Pinfold, dosen perdamaian dan keamanan di Universitas Durham, militer Israel tampaknya menyerang semua yang terkait dengan rezim sebelumnya.
"Sejak dimulainya serangan Israel, telah terjadi kesenjangan yang semakin besar antara Israel dan AS," katanya kepada Al Jazeera.
Tentara Israel memberi tahu mereka bahwa tidak akan ada bahaya yang menimpa penduduk dan bahwa rutinitas harian mereka akan terus berlanjut sepenuhnya, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.
“Saya meminta Mukhtar Kafr Batna untuk mengambil senjata dari penduduk,” mengutip pernyataan seorang komandan yang tidak disebutkan namanya di Brigade Lapis Baja Batalyon ke-77.
“Penduduk kota mengembalikan senjata yang mereka sita dari posisi tentara Suriah yang ditinggalkan.”
Tentara Israel dilaporkan beroperasi di tujuh desa di wilayah Suriah yang diduduki, beberapa di antaranya di luar Quneitra. Mereka bermaksud untuk tetap berada di daerah itu sampai diserahkan kepada entitas negara yang terorganisasi sehingga “organisasi teroris” tidak mencapainya, surat kabar tersebut melaporkan.
Menurut Rob Geist Pinfold, dosen perdamaian dan keamanan di Universitas Durham, militer Israel tampaknya menyerang semua yang terkait dengan rezim sebelumnya.
"Sejak dimulainya serangan Israel, telah terjadi kesenjangan yang semakin besar antara Israel dan AS," katanya kepada Al Jazeera.
Lihat Juga :