Perang Saudara di Palestina Memanas, Komandan Brigade Jenin Berafiliasi dengan Hamas Dibunuh Tentara Fatah

Sabtu, 14 Desember 2024 - 21:25 WIB
loading...
Perang Saudara di Palestina...
Perang saudara di Palestina terus memanas. Foto/X/@VividProwess
A A A
GAZA - Pertempuran telah meletus di kamp pengungsi Jenin antara pasukan keamanan Palestina dan Brigade Jenin, menewaskan seorang komandan dari kelompok bersenjata Tepi Barat yang diduduki dan beberapa orang lainnya terluka.

Pertempuran saat fajar terjadi lima hari setelah pasukan Otoritas Palestina (PA) mengepung kamp tersebut dan, menurut juru bicara PA Brigadir Jenderal Anwar Rajab, merupakan tahap kedua terakhir dari “Operasi Lindungi Tanah Air”.

Rajab mengatakan Operasi Lindungi Tanah Air diluncurkan untuk “memberantas hasutan dan kekacauan” di Tepi Barat.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan PA juga mengepung Rumah Sakit Pemerintah Jenin, menggeledah ambulans, dan menyerbu Rumah Sakit Ibnu Sina.

Rajab tidak membenarkan atau membantah kematian seorang komandan Brigade Jenin.

Namun, sumber mengonfirmasi kepada rekan-rekan kami dari Al Jazeera Arabic bahwa komandan Yazid Ja’ayseh telah terbunuh, menurut aliansi kelompok bersenjata Palestina, Komite Perlawanan Rakyat.

Perlawanan Rakyat Komite-komite mengutuk pembunuhan Ja’ayseh sebagai “pelanggaran serius terhadap semua norma dan tradisi nasional” yang “sejalan dengan agenda Zionis yang bertujuan untuk melenyapkan perlawanan di Tepi Barat”.

Baca Juga: Bom Rakitan yang Dilempar ke Festival di Thailand Meledak, 3 Orang Tewas

Dalam pernyataan terpisah, Hamas menggambarkan Ja’ayseh sebagai “pemimpin syahid” dan mengutuk pembunuhannya sebagai “memalukan” dan menambahkan bahwa hal itu akan “memicu pertikaian internal”.

PA memiliki otoritas administratif parsial di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

Jenin dan kamp pengungsi yang berdekatan merupakan benteng bagi faksi-faksi bersenjata, termasuk Brigade Jenin, yang dipandang sebagai perlawanan yang lebih efektif terhadap pendudukan Israel, berbeda dengan PA yang mengoordinasikan masalah keamanan dengan Israel.

Ketegangan semakin meningkat di wilayah yang diduduki setelah PA menangkap beberapa pejuang bersenjata awal bulan ini.

Pada hari Kamis, PA juga mengakui bahwa pasukannya bertanggung jawab atas kematian seorang pria Palestina berusia 19 tahun selama bentrokan dengan para pejuang di Jenin.

Pasukan keamanan awalnya mengklaim Rahbi Shalabi dipukuli hingga tewas oleh "pelanggar hukum", tetapi kemudian mengakui "bertanggung jawab penuh" atas kematiannya.

Setelah bentrokan yang menewaskan Shalabi dan melukai kerabatnya yang berusia 16 tahun, Hamas mengecam pasukan keamanan PA, yang didominasi oleh saingan politiknya, Fatah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved