Israel Perintahkan Tentaranya Bersiap Tinggal Lama di Suriah

Sabtu, 14 Desember 2024 - 05:52 WIB
loading...
Israel Perintahkan Tentaranya...
Israel perintahkan tentaranya bersiap tinggal lama di wilayah Suriah yang baru direbut. Foto/IDF
A A A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah memerintahkan tentara negaranya untuk bersiap tinggal lama, setidaknya selama musim dingin, di wilayah Suriah yang baru direbut. Katz mengabaikan dunia internasional yang mendesak tentara Zionis mundur.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merebut zona penyangga demiliterisasi (DMZ) di perbatasan dengan Suriah yang didirikan pada tahun 1974 dan diperluas melampaui wilayah Dataran Tinggi Golan yang telah mereka tempati secara ilegal sejak tahun 1967.

Katz mengatakan pekan ini bahwa IDF akan membangun "zona pertahanan steril" sementara di Suriah selatan untuk mencegah "ancaman teroris" setelah jatuhnya rezim pemerintahan Bashar al-Assad.

Pada hari Jumat, Katz mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan IDF untuk mendirikan fasilitas yang sesuai dan membuat persiapan khusus agar para prajurit tetap berada di Gunung Hermon di dalam wilayah Suriah.

Baca Juga: Aneh, Mengapa Pemberontak Anti-Rezim Assad Diam Saja saat Israel Menginvasi Suriah

Gunung Hermon, yang terletak di dekat perbatasan dengan Lebanon, merupakan lokasi strategis yang menghadap ke Damaskus. Sebagai gunung tertinggi di Suriah, ia menyediakan dataran tinggi untuk pengamatan di seluruh wilayah, termasuk wilayah di Lebanon.

Dengan radar yang ditempatkan di Gunung Hermon, Israel akan dapat memantau wilayah yang jauh lebih luas, kata para pakar.

"Karena apa yang terjadi di Suriah—ada kepentingan keamanan yang sangat besar bagi kita untuk mempertahankan puncak Gunung Hermon," kata Katz, seperti dikutip dar France24, Sabtu (14/12/2024).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengatakan kepada penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan bahwa Israel akan tetap berada di zona penyangga sampai ada kekuatan yang efektif untuk menegakkan perjanjian gencatan senjata tahun 1974 yang menghentikan konflik antara Suriah dan Israel.

Israel memulai operasi militer aktif di Suriah setelah oposisi bersenjata, yang dipelopori oleh kelompok “jihadis” Hayat Tahrir-al-Sham (HTS), melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan pemerintah yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan Assad dengan cepat dan pengasingan mantan presiden tersebut di Rusia.

Menurut IDF, serangan udara besar-besaran yang dilakukan di seluruh Suriah selama seminggu terakhir telah menghancurkan aset militer senilai miliaran dolar, termasuk pertahanan udara Suriah yang luas, sedikitnya lima skuadron Angkatan Udara, dan fasilitas produksi rudal.

“Sekitar 90% dari rudal permukaan-ke-udara strategis yang teridentifikasi milik Suriah juga telah dihancurkan,” kata IDF.

Serangan Israel telah dikutuk secara internasional, dengan PBB mengatakan hal itu melanggar perjanjian pelepasan. Pada hari Kamis, PBB menuntut agar semua pihak mengakhiri semua kehadiran yang tidak sah di area pemisahan.

Turki, yang mendukung beberapa faksi oposisi Suriah yang menggulingkan Assad, menuduh Israel menerapkan mentalitas penjajah.

Sedangkan AS membela serangan militer Israel ke Suriah, dengan mengeklaim operasi itu dilakukan untuk membela diri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved