AS Kurangi Impor Garmen dari China, Untungkan Sejumlah Negara Asia

Selasa, 10 Desember 2024 - 09:37 WIB
loading...
A A A
Hal itu mendorong negara-negara untuk berinvestasi dalam meningkatkan standar kualitas, keberlanjutan, dan kepatuhan.

Fokus pada Keberlanjutan


Keberlanjutan telah menjadi area fokus utama bagi pengecer AS, yang berada di bawah tekanan yang meningkat dari konsumen dan regulator untuk mengadopsi praktik sumber yang etis.

Negara-negara seperti Bangladesh dan India telah merespons dengan berinvestasi dalam teknologi hijau dan proses manufaktur berkelanjutan, yang semakin meningkatkan daya tarik mereka.

Faktor Trump


Menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS pada Januari 2025, para ahli mengamati dengan saksama bagaimana pemerintahannya dapat memengaruhi hubungan dagang AS-China dan pasar pakaian jadi yang lebih luas.

Masa jabatan pertama Trump ditandai pendekatan garis keras terhadap China, termasuk penerapan tarif yang mengganggu arus perdagangan global.

Karena dia akan kembali menjabat sebagai presiden, kebijakan serupa dapat semakin mempercepat penurunan impor garmen AS dari China, yang menguntungkan pemasok alternatif di Asia.

Kebijakan "America First" Trump menekankan peningkatan manufaktur dalam negeri. Meski tidak mungkin AS akan menjadi produsen garmen utama karena biaya tenaga kerja yang tinggi, kebijakan yang mendorong reshoring dapat memengaruhi pola impor.

Pemerintahan Trump mungkin akan melanjutkan atau bahkan mengintensifkan pengawasan terhadap praktik hak asasi manusia di China, yang mengarah pada regulasi yang lebih ketat terhadap impor dari negara tersebut. Hal ini dapat semakin menekan perusahaan-perusahaan AS untuk menjauh dari pemasok China.

Namun, ada tantangan bagi eksportir baru di Asia. Di saat negara-negara seperti Vietnam, Bangladesh, India, dan Kamboja telah berhasil meningkatkan pangsa pasar, mereka menghadapi beberapa tantangan dalam mempertahankan dan memperluas pijakan, yang meliputi keterbatasan infrastruktur, risiko geopolitik, biaya kepatuhan, dan lain-lain.

Penurunan impor garmen AS dari China menandai perubahan penting dalam dinamika perdagangan global, yang didorong oleh ketegangan geopolitik, masalah hak asasi manusia, dan faktor-faktor ekonomi.

Meski hal ini telah menciptakan peluang bagi negara-negara Asia lainnya, jalan ke depan penuh dengan tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga tekanan kepatuhan.

Untuk saat ini, Vietnam, Bangladesh, India, dan Kamboja menuai manfaat dari transisi terkini, yang menunjukkan pentingnya kemampuan beradaptasi dan bertahan dalam menavigasi kompleksitas perdagangan global.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Aldi Taher Kena Semprot...
Aldi Taher Kena Semprot Netizen usai Minta Ruben Onsu dan Sarwendah Rujuk
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Tak Asal Review! Aleta...
Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Berita Terkini
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved