Mengapa Rezim Assad Runtuh Sekejap dan Mencengangkan di Suriah? Ini 3 Penyebabnya
Senin, 09 Desember 2024 - 12:59 WIB
loading...
Ada tiga penyebab utama rezim Bashar al-Assad runtuh sekejap dan mencengangkan di Suriah. Foto/Screengrab video Sky News
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintahan keluarga Bashar al-Assad telah berkuasa lebih dari 50 tahun di Suriah. Namun, serangan sepekan oleh pasukan pemberontak atau oposisi membuat rezim tersebut runtuh begitu cepat dan mencengangkan.
Awalnya, pasukan pemberontak dari berbagai faksi bangkit di utara negara itu, dan merebut Aleppo.
Dalam hitungan hari, mereka merebut kota-kota besar lain sampai akhirnya merebut Ibu Kota Suriah; Damaskus, pada hari Minggu yang praktis menggulingkan rezim Assad.
Pasukan oposisi memasuki ibu kota dengan sedikit atau bahkan nyaris tanpa perlawanan pada hari Minggu saat tentara rezim Suriah menyerah dan Presiden Bashar al-Assad, penguasa Suriah selama 24 tahun, melarikan diri ke Rusia.
Baca Juga: Begini Kronologi Bashar al-Assad Digulingkan dan Kabur ke Rusia
Runtuhnya rezim Assad yang tiba-tiba menandai perkembangan yang mengejutkan dalam konflik Suriah yang telah berlangsung selama 14 tahun, yang dimulai dengan tindakan keras brutal rezim terhadap protes antipemerintah pada tahun 2011, di puncak Arab Spring.
Kecepatan kemenangan pemberontak telah menyoroti keberhasilan pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Shams (HTS) Abu Mohammed al-Jolani dalam menopang pemberontakan yang tampaknya terpojok di benteng terakhirnya di Suriah barat laut.
Hal itu juga mengungkap kelemahan rezim Assad dan betapa bergantungnya mereka pada dukungan dari Iran dan Rusia—yang pada saat genting tidak kunjung datang.
3 Penyebab Rezim Assad Runtuh Sekejap
Angkatan Darat rezim Assad telah menyusut menjadi tidak lebih dari sekadar cangkang kosong setelah 14 perang yang menewaskan lebih dari setengah juta orang, menggusur setengah dari populasi Suriah sebelum perang yang berjumlah 23 juta orang, dan menghancurkan ekonomi dan infrastruktur negara tersebut.
Pada tahun-tahun awal perang, para pakar mengatakan kombinasi dari korban jiwa, pembelotan, dan penghindaran wajib militer menyebabkan militer kehilangan sekitar setengah dari 300.000 pasukannya.
Awalnya, pasukan pemberontak dari berbagai faksi bangkit di utara negara itu, dan merebut Aleppo.
Dalam hitungan hari, mereka merebut kota-kota besar lain sampai akhirnya merebut Ibu Kota Suriah; Damaskus, pada hari Minggu yang praktis menggulingkan rezim Assad.
Pasukan oposisi memasuki ibu kota dengan sedikit atau bahkan nyaris tanpa perlawanan pada hari Minggu saat tentara rezim Suriah menyerah dan Presiden Bashar al-Assad, penguasa Suriah selama 24 tahun, melarikan diri ke Rusia.
Baca Juga: Begini Kronologi Bashar al-Assad Digulingkan dan Kabur ke Rusia
Runtuhnya rezim Assad yang tiba-tiba menandai perkembangan yang mengejutkan dalam konflik Suriah yang telah berlangsung selama 14 tahun, yang dimulai dengan tindakan keras brutal rezim terhadap protes antipemerintah pada tahun 2011, di puncak Arab Spring.
Kecepatan kemenangan pemberontak telah menyoroti keberhasilan pemimpin kelompok Hayat Tahrir al-Shams (HTS) Abu Mohammed al-Jolani dalam menopang pemberontakan yang tampaknya terpojok di benteng terakhirnya di Suriah barat laut.
Hal itu juga mengungkap kelemahan rezim Assad dan betapa bergantungnya mereka pada dukungan dari Iran dan Rusia—yang pada saat genting tidak kunjung datang.
3 Penyebab Rezim Assad Runtuh Sekejap
1. Angkatan Darat Suriah Dikosongkan
Angkatan Darat rezim Assad telah menyusut menjadi tidak lebih dari sekadar cangkang kosong setelah 14 perang yang menewaskan lebih dari setengah juta orang, menggusur setengah dari populasi Suriah sebelum perang yang berjumlah 23 juta orang, dan menghancurkan ekonomi dan infrastruktur negara tersebut.
Pada tahun-tahun awal perang, para pakar mengatakan kombinasi dari korban jiwa, pembelotan, dan penghindaran wajib militer menyebabkan militer kehilangan sekitar setengah dari 300.000 pasukannya.
Lihat Juga :