Pemberontak Suriah Sudah Tembus Pinggiran Ibu Kota, Presiden Assad Sangkal Kabur
Minggu, 08 Desember 2024 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
"Beberapa media asing menyebarkan rumor dan berita palsu tentang Presiden Bashar al-Assad yang meninggalkan Damaskus, atau melakukan kunjungan singkat ke satu negara atau negara lain,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan, Minggu (8/12/2024).
“Presiden Republik Arab Suriah membantah semua rumor ini dan menunjukkan tujuan terang-terangan mereka serta menegaskan bahwa rumor tersebut bukanlah hal baru, tetapi media-media tersebut sebelumnya telah mengikuti pola upaya untuk menyesatkan dan memengaruhi negara dan masyarakat Suriah selama beberapa tahun terakhir perang,” imbuh pernyataan kantor tersebut.
“Assad masih menjalankan “tugas nasional dan konstitusionalnya dari ibu kota, Damaskus,” sambung Kantor Kepresidenan Suriah.
Dalam laporan yang bersumber anonim pada hari Jumat, The Telegraph mengeklaim bahwa keluarga Assad telah melarikan diri ke Rusia, dan bahwa tidak jelas apakah presiden sendiri akan tetap berada di Suriah.
Beberapa media Barat mengeklaim bahwa Mesir dan Yordania mendesak Assad untuk meninggalkan negara itu dan mendirikan pemerintahan di pengasingan.
Dipimpin oleh mantan komandan al-Qaeda dan sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, HTS adalah salah satu dari banyak faksi “jihad” yang menentang pemerintahan Assad selama Perang Saudara Suriah.
“Presiden Republik Arab Suriah membantah semua rumor ini dan menunjukkan tujuan terang-terangan mereka serta menegaskan bahwa rumor tersebut bukanlah hal baru, tetapi media-media tersebut sebelumnya telah mengikuti pola upaya untuk menyesatkan dan memengaruhi negara dan masyarakat Suriah selama beberapa tahun terakhir perang,” imbuh pernyataan kantor tersebut.
“Assad masih menjalankan “tugas nasional dan konstitusionalnya dari ibu kota, Damaskus,” sambung Kantor Kepresidenan Suriah.
Dalam laporan yang bersumber anonim pada hari Jumat, The Telegraph mengeklaim bahwa keluarga Assad telah melarikan diri ke Rusia, dan bahwa tidak jelas apakah presiden sendiri akan tetap berada di Suriah.
Beberapa media Barat mengeklaim bahwa Mesir dan Yordania mendesak Assad untuk meninggalkan negara itu dan mendirikan pemerintahan di pengasingan.
Dipimpin oleh mantan komandan al-Qaeda dan sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, HTS adalah salah satu dari banyak faksi “jihad” yang menentang pemerintahan Assad selama Perang Saudara Suriah.
Lihat Juga :