Siapa Brian Thompson? CEO Perusahaan Asuransi Kesehatan Terbesar di AS yang Tewas Ditembak
Kamis, 05 Desember 2024 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
“Selama di South Hamilton, Brian adalah siswa berprestasi, atlet, juara homecoming, dan pemimpin yang disegani. Prestasi dan karakternya meninggalkan warisan yang berarti di sekolah dan komunitas kami,” kata Holm dalam sebuah pernyataan. “Kami bergabung dengan semua yang berduka untuk mengenang kehidupan dan warisan Brian.”
BacaJuga: Dituding Terlibat Kejahatan Perang Gaza, Israel Peringatkan 30 Tentara Tak Pergi ke Luar Negeri
UnitedHealth Group pada tahun 2021 mengumumkan akan membeli Change Healthcare. Departemen Kehakiman menggugat untuk membatalkan kesepakatan tersebut, tetapi seorang hakim akhirnya mengizinkannya.
Namun, Wall Street Journal pada bulan Februari 2024 melaporkan bahwa Departemen Kehakiman membuka kembali kasusnya, bahkan setelah penggabungan tersebut berhasil, untuk menyelidiki apakah perusahaan tersebut benar-benar menyiapkan apa yang disebut firewall untuk mencegah informasi pelanggan mengalir di antara divisi-divisi perusahaan yang digabungkan.
Gugatan tersebut mengklaim bahwa Thompson mengetahui tentang penyelidikan tersebut sejak Oktober 2023 dan menjual 31% saham perusahaannya, menghasilkan laba sebesar $15 juta, 11 hari sebelum Journal mempublikasikan penyelidikan tersebut. Laporan Journal membuat saham UnitedHealth anjlok 5%.
3. Pemimpin yang Disukai dan Dicintai
Thompson dikenang sebagai pemimpin dan teman yang dicintai, menurut UnitedHealth Group. “Brian adalah kolega dan teman yang sangat disegani bagi semua yang bekerja dengannya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.BacaJuga: Dituding Terlibat Kejahatan Perang Gaza, Israel Peringatkan 30 Tentara Tak Pergi ke Luar Negeri
4. Tersangkut Skandal Dugaan Penipuan
Melansir CNN, Thompson pada bulan Mei dituntut atas dugaan penipuan dan perdagangan orang dalam yang ilegal. Dana Pensiun Pemadam Kebakaran Hollywood mengajukan gugatan terhadap UnitedHealth Group, CEO Andrew Witty, Ketua Eksekutif Stephen Hemsley, dan Thompson, dengan tuduhan bahwa para eksekutif tersebut bersekongkol untuk menaikkan saham perusahaan dengan tidak mengungkapkan penyelidikan antimonopoli Departemen Kehakiman AS terhadap perusahaan tersebut.UnitedHealth Group pada tahun 2021 mengumumkan akan membeli Change Healthcare. Departemen Kehakiman menggugat untuk membatalkan kesepakatan tersebut, tetapi seorang hakim akhirnya mengizinkannya.
Namun, Wall Street Journal pada bulan Februari 2024 melaporkan bahwa Departemen Kehakiman membuka kembali kasusnya, bahkan setelah penggabungan tersebut berhasil, untuk menyelidiki apakah perusahaan tersebut benar-benar menyiapkan apa yang disebut firewall untuk mencegah informasi pelanggan mengalir di antara divisi-divisi perusahaan yang digabungkan.
Gugatan tersebut mengklaim bahwa Thompson mengetahui tentang penyelidikan tersebut sejak Oktober 2023 dan menjual 31% saham perusahaannya, menghasilkan laba sebesar $15 juta, 11 hari sebelum Journal mempublikasikan penyelidikan tersebut. Laporan Journal membuat saham UnitedHealth anjlok 5%.
Lihat Juga :