Aliansi Sayap Kiri Filipina Desak Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte

Senin, 02 Desember 2024 - 17:32 WIB
loading...
Aliansi Sayap Kiri Filipina...
Pemakzulan terhadap wakil presiden Filipina Sara Duterte semakin menguat. Foto/X/@manilabulletin
A A A
MANILA - Sebuah aliansi kelompok masyarakat sipil di Filipina mengajukan pengaduan pemakzulan pada Senin (2/12/2024) terhadap Wakil Presiden Sara Duterte, atas dasar pelanggaran berat dan pelanggaran konstitusional.

Putri mantan Presiden Rodrigo Duterte yang suka berkoar-koar telah terlibat dalam pertikaian sengit dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr dan menjadi subjek penyelidikan atas pengeluarannya oleh DPR. Dia membantah melakukan kesalahan.

Pengadu pada termasuk masyarakat sipil dan pemimpin agama, serta mantan pejabat pemerintah yang kritis terhadap ayahnya.

"Wakil presiden telah mereduksi jabatan publik menjadi platform untuk retorika kekerasan, pengayaan pribadi, hak istimewa kaum elit, dan perisai untuk impunitas," kata Teresita Quintos Deles, salah satu pengadu, dalam sebuah pernyataan, dilansir CNA.

Seorang perwakilan dari partai oposisi Akbayan mendukung pengaduan tersebut di DPR Filipina.

Baca Juga: 3 Alasan yang Membuat Iran Ditakuti Israel, Apa Saja?

Kantor Duterte mengatakan permintaan komentar telah disampaikan kepada wakil presiden.

Upaya pemakzulan ini adalah perkembangan terbaru dalam pertikaian besar antara tiga pejabat tertinggi Filipina, setelah runtuhnya aliansi yang kuat antara keluarga mereka yang menyebabkan kemenangan telak Marcos dalam pemilihan umum 2022.

"Pemakzulan ini bukan sekadar pertarungan hukum, tetapi juga perjuangan moral untuk memulihkan martabat dan kesopanan dalam pelayanan publik," kata Leila de Lima, juru bicara para pengadu dan pengkritik keras kampanye antinarkoba yang dijalankan oleh ayah Duterte.

Pengaduan tersebut menuduh Duterte melanggar konstitusi Filipina dengan menolak menghadiri sidang tentang anggarannya yang melanggar sistem pengawasan dan keseimbangan, serta korupsi, baik saat menjabat sebagai wakil presiden maupun saat ia menjabat sebagai menteri pendidikan.

Pengaduan tersebut juga menuduhnya melakukan inkompetensi berat dan mengabaikan tugas.

Sara Duterte baru-baru ini mengatakan bahwa ia telah mengontrak seseorang untuk membunuh Marcos, istrinya, dan Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu presiden, jika ia sendiri yang terbunuh. Kemudian, ia mengatakan bahwa pernyataan tersebut telah diambil di luar konteks.

Pada hari Jumat, dalam pernyataan yang menuai kritik dari beberapa anggota parlemen, Marcos mengatakan bahwa setiap pengaduan pemakzulan terhadap wakil presidennya yang terasing hanya akan mengalihkan perhatian Kongres dan tidak membantu rakyat.

Majelis rendah kongres Filipina didominasi oleh sekutu Marcos, yang dapat memungkinkan pemakzulannya melalui majelis rendah sebelum sidang pemakzulan di Senat.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Pemakzulan Sara Duterte...
Pemakzulan Sara Duterte dan Wacana Pemakzulan Gibran
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved