China Sebut Perselisihan dengan AS Bukan Masalah Perebutan Kekuasaan
Senin, 31 Agustus 2020 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Dia mencatat bahwa China selalu percaya dan mempertahankan bahwa dunia sedang bergerak menuju multi-polaritas dan bahwa hubungan internasional juga membutuhkan demokratisasi. Dunia yang sehat dan stabil, jelas Wang Yi, tidak boleh didikte oleh satu atau dua negara saja. Menurutnya, persamaan kedaulatan negara adalah prinsip fundamental dari Piagam PBB.
"Sebagai kekuatan dunia, AS harus mengambil sikap inklusif terhadap perkembangan negara lain dan menyadari bahwa rakyat negara lain memiliki hak yang sama untuk kehidupan yang lebih baik seperti rakyat Amerika. Jika tujuh miliar orang di dunia ini bisa bergerak menuju modernisasi, itu akan menjadi langkah maju yang besar bagi masyarakat manusia secara keseluruhan." katanya.
( Baca juga: Lindungi Pekerja, Indonesia Mediasi WNI ABK di Kapal UEA dan China )
Diplomat senior China itu menambahkan bahwa AS mungkin enggan melepaskan dominasi globalnya, tetapi gelombang sejarah tidak dapat dihindari. "Kami sangat yakin bahwa hari perkembangan bersama umat manusia akan datang. China tidak pernah menginginkan Perang Dingin baru dengan siapa pun dan di era globalisasi, tidak ada ruang untuk Perang Dingin karena tidak mungkin untuk memecah belah dunia menjadi dua atau tiga faksi," tukasnya.
"Sebagai kekuatan dunia, AS harus mengambil sikap inklusif terhadap perkembangan negara lain dan menyadari bahwa rakyat negara lain memiliki hak yang sama untuk kehidupan yang lebih baik seperti rakyat Amerika. Jika tujuh miliar orang di dunia ini bisa bergerak menuju modernisasi, itu akan menjadi langkah maju yang besar bagi masyarakat manusia secara keseluruhan." katanya.
( Baca juga: Lindungi Pekerja, Indonesia Mediasi WNI ABK di Kapal UEA dan China )
Diplomat senior China itu menambahkan bahwa AS mungkin enggan melepaskan dominasi globalnya, tetapi gelombang sejarah tidak dapat dihindari. "Kami sangat yakin bahwa hari perkembangan bersama umat manusia akan datang. China tidak pernah menginginkan Perang Dingin baru dengan siapa pun dan di era globalisasi, tidak ada ruang untuk Perang Dingin karena tidak mungkin untuk memecah belah dunia menjadi dua atau tiga faksi," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :