Heboh, Ribuan Tentara Inggris Digunakan dalam Tes Bom Nuklir lalu Diperlakukan seperti Tikus Lab

Senin, 02 Desember 2024 - 13:26 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1975, Terry akhirnya didiagnosis menderita meningitis tuberkulosis (TB), infeksi otak jangka panjang. Dia menderita stroke, mengalami infeksi kedua, dan kemudian diberhentikan dari tugasnya karena alasan medis.

Namun, catatan medisnya menunjukkan bahwa bakteri tuberkulosis tidak pernah ditemukan di dalam tubuhnya, dan dokter tidak dapat menjelaskan mengapa dia sakit.

Catatan medisnya menyatakan: “Pasien ini menunjukkan masalah diagnosis yang sulit. Meskipun basil tuberkel tidak tumbuh... meningitis tuberkulosis dapat menjelaskan gejala-gejala pasien yang lebih baru, tetapi episode-episode yang terdengar seperti epilepsi sensorik yang terjadi selama lebih dari enam tahun mungkin tidak terkait dengan penyakitnya saat ini. Episode-episode ini masih belum dapat dijelaskan.”

Mereka juga menemukan sel-sel “atipikal” dalam darahnya, tetapi tidak ada penjelasan untuk itu.

Catatan medis lebih lanjut menyatakan "ada riwayat keluarga tuberkulosis" yang dapat menjelaskan masalah Terry. Namun, satu-satunya kerabatnya yang menderita TB adalah paman buyutnya yang tertular pada tahun 1908.

"Keluarga selalu percaya bahwa dia menderita meningitis TB, mungkin sejak dia bertugas di India. Mengetahui bahwa dokter tidak yakin adalah hal yang mengejutkan," kata Jane.

"Itu menghancurkan hidup kami. Ketika dia mulai merasakan mati rasa, dokter mencoba menyiratkan bahwa itu semua ada di kepalanya. Setelah stroke, meskipun ibu saya lumpuh karena polio, dia naik kereta ke London setiap hari untuk membawakan puding kesukaannya, krim karamel, karena dia tidak mau makan. Saya melihat apa yang terjadi padanya, itu juga menghancurkannya," keluh Jane.

"Membaca berkas dan melihat apa yang dialaminya membuat saya benar-benar tidak berdaya. Bagaimana mereka bisa melakukannya?" papar Jane.

Pada tahun 2007, para veteran melancarkan aksi menempuh hukum massal terhadap Kementerian Pertahanan, yang menyatakan bahwa aksi itu sudah terlambat.

Sebuah pernyataan saksi bersumpah kepada Pengadilan Tinggi oleh seorang pejabat Whitehall yang masih menjabat mengeklaim bahwa lebih dari selusin saksi potensial yang akan mendukung pemerintah telah meninggal—termasuk Terry.

Faktanya, dia berusia 81 tahun, dan Jane mengatakan bahwa dia akan sangat ingin memberikan kesaksian. Sebuah sumber dari kantor hukum para veteran mengonfirmasi bahwa, jika dia adalah seorang saksi, "sangat mungkin" mereka akan meminta untuk melihat berkas personel Terry dan pemantauan radiologi apa pun yang diberikan kepadanya.

Jika mereka melakukannya, mereka hampir pasti akan menemukan tes darah, dan perintah agar ribuan orang menjalani tes tersebut, 13 tahun sebelumnya.

Terry hidup hingga 2015—dan menerima pensiun perang hingga akhir hayatnya. Dia juga dianugerahi Air Force Cross oleh Ratu Elizabeth II atas keberaniannya dalam uji senjata nuklir.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan: "Tidak ada bukti untuk klaim ini".

"Para menteri sedang mencermati masalah ini—termasuk pertanyaan tentang catatan. Mereka akan terus melibatkan individu dan keluarga yang terkena dampak dan sebagai bagian dari keterlibatan ini, Menteri Veteran dan Rakyat Alistair Carns telah bertemu dengan anggota Parlemen dan kelompok kampanye Veteran Uji Nuklir untuk membahas lebih lanjut kekhawatiran mereka," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Berita Terkini
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Infografis
Panel Senat Restui Trump...
Panel Senat Restui Trump Ledakkan Bom Nuklir AS dalam Uji Coba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved