Heboh, Ribuan Tentara Inggris Digunakan dalam Tes Bom Nuklir lalu Diperlakukan seperti Tikus Lab

Senin, 02 Desember 2024 - 13:26 WIB
loading...
A A A
Memo rahasia tentang “ketidakberesan besar” yang ditemukan dalam tes darahnya selama Operasi Grapple pada tahun 1958 mengungkap "Skandal Darah Nuklir" dua tahun lalu.

Kementerian Pertahanan menolak untuk merilis catatan lengkapnya, dengan nasihat resmi diberikan kepada seorang menteri di pemerintahan Partai Tory terakhir untuk merahasiakannya dari keluarganya.

Setelah pertarungan panjang tentang Kebebasan Informasi, seorang hakim memutuskan Kementerian Pertahanan bertindak melawan hukum.

Jane merasa ngeri ketika dia menerima berkas-berkas itu dan mendapati bahwa berkas-berkas itu pada dasarnya telah dipalsukan.

“Kami tahu dia menjalani tujuh tes darah di antara bom-bom itu, tetapi hanya lima di antaranya yang ada dalam berkasnya, dan tidak ada diskusi para ilmuwan tentang hal itu,” kata Jane, asal Poole, Dorset.

“Tampaknya hanya Badan Senjata Atom yang mengetahui gambaran lengkap tentang kesehatannya, dan hal itu berdampak pada sisa hidupnya," imbuh dia.

Terry telah bertahun-tahun mengalami infeksi pernapasan berulang, merasa lelah terus-menerus, mudah memar, dan menderita kesemutan serta mati rasa. Arsipnya menunjukkan para dokter Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) bingung mengenai penyebabnya.

Minggu lalu, Menteri Veteran dan Rakyat Alistair Carns ditanya apakah para veteran tersebut menjalani tes setelah mereka kembali dari uji coba bom nuklir, tetapi tidak dapat menjawab.

Dia mengatakan kepada Parlemen: "Mereka yang hadir pada uji coba senjata nuklir Inggris mungkin telah menjalani tes medis selama karier mereka. Saya telah meminta pejabat Kementerian Pertahanan untuk memeriksa catatan secara menyeluruh guna memahami informasi apa yang dimiliki departemen tersebut. Saya akan memberikan informasi terbaru tentang hal ini pada waktunya."

Catatan medis Terry menunjukkan bahwa dia menjalani tes darah lebih lanjut pada tahun 1969, 11 tahun setelah uji coba senjata, dan saat itu dia telah menjadi Kapten Grup dan komandan RAF Finningley.

Dokumen dokter menunjukkan tujuan tes darah, di rumah sakit RAF, adalah: "Pemeriksaan—terlibat dalam uji coba di Pulau Christmas dan mengalami masalah dengan hitung darah saat itu."

Hasilnya menunjukkan Terry menderita anemia, jumlah sel darah putihnya meningkat, dan sel darah merahnya menunjukkan dia rentan terhadap infeksi.

Ketiganya dapat disebabkan oleh radiasi, dan serupa dengan hasilnya dari Pulau Christmas.

Tidak ada indikasi siapa yang meminta pemeriksaan, atau dengan siapa informasi tersebut dibagikan.

“Ayah saya tidak pernah tahu tentang semua ini. Di RAF, Anda hanya melakukan apa yang diperintahkan. Dia sangat yakin bahwa MoD (Kementerian Pertahanan) mengurus semua orang. Dia mengajukan pertanyaan, dan menulis surat, dan tidak mendapat jawaban,” kata Jane.

“Namun, jika ada ribuan prajurit lain yang menjalani tes darah di Pulau Christmas, maka mungkin jika ayah juga menjalani tes saat dia pulang, mereka pun demikian," lanjut Jane.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Panel Senat Restui Trump...
Panel Senat Restui Trump Ledakkan Bom Nuklir AS dalam Uji Coba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved