Eks Menhan Zionis: Tentara Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza
Minggu, 01 Desember 2024 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjabat sebagai menteri pertahanan dan wakil perdana menteri sebelum mengundurkan diri pada tahun 2016 karena perbedaan pendapat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Ada kemarahan langsung di Israel atas komentar Yaalon.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengatakan: “Israel malu karena memiliki sosok seperti [mantan] panglima militer dan menteri pertahanan [Moshe Yaalon].”
Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, tempat Yaalon dulu bernaung, mengecam komentar Yaalon sebagai “pernyataan kosong dan tidak jujur”. “Itu hadiah bagi ICC dan kubu musuh Israel,”kata partai tersebut, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Minggu (1/12/2024).
Pernyataan Partai Likud merujuk pada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang di Gaza.
Perang di wilayah kantong Palestina tersebut pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang mengakibatkan 1.200 kematian, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan rezim Zionis.
Ada kemarahan langsung di Israel atas komentar Yaalon.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengatakan: “Israel malu karena memiliki sosok seperti [mantan] panglima militer dan menteri pertahanan [Moshe Yaalon].”
Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, tempat Yaalon dulu bernaung, mengecam komentar Yaalon sebagai “pernyataan kosong dan tidak jujur”. “Itu hadiah bagi ICC dan kubu musuh Israel,”kata partai tersebut, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Minggu (1/12/2024).
Pernyataan Partai Likud merujuk pada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang di Gaza.
Perang di wilayah kantong Palestina tersebut pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang mengakibatkan 1.200 kematian, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan rezim Zionis.
Lihat Juga :