6 Alasan 100.000 Tentara Ukraina Pilih Desersi

Rabu, 04 Desember 2024 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Lembaga Ilmiah Paling Bergengsi di Inggris Sebut Israel Melakukan Genosida

4. Takut Mati Dibunuh Tentara Rusia

Dia masih bermimpi buruk tentang rekan-rekannya yang dia lihat terbunuh.

“Cara terbaik untuk menjelaskannya adalah dengan membayangkan Anda sedang duduk di bawah tembakan yang datang dan dari pihak mereka (Rusia), ada 50 peluru yang datang ke arah Anda, sementara dari pihak kami, hanya satu. Kemudian Anda melihat bagaimana teman-teman Anda tercabik-cabik, dan Anda menyadari bahwa setiap saat, itu bisa terjadi kepada Anda,” katanya.

“Sementara itu, orang-orang (tentara Ukraina) yang berjarak 10 kilometer memberi perintah melalui radio: ‘Ayo, persiapkan diri kalian. Semuanya akan baik-baik saja,’” katanya.

Hnezdilov juga pergi untuk mencari pertolongan medis. Sebelum menjalani operasi, ia mengumumkan bahwa ia akan membelot. Ia mengatakan setelah lima tahun bertugas di militer, ia tidak melihat harapan untuk didemobilisasi, meskipun sebelumnya telah ada janji dari para pemimpin negara.

“Jika tidak ada masa akhir (dinas militer), itu akan berubah menjadi penjara - secara psikologis akan sulit untuk menemukan alasan untuk membela negara ini,” kata Hnezdilov.

Pembelotan telah mengubah rencana pertempuran menjadi pasir yang lolos dari ujung jari komandan militer.

5. Manajemen Perang yang Buruk

AP mengetahui beberapa kasus di mana garis pertahanan sangat terganggu karena seluruh unit menentang perintah dan meninggalkan posisi mereka.

“Karena kurangnya kemauan politik dan manajemen pasukan yang buruk, terutama di infanteri, kita tentu tidak bergerak ke arah yang benar-benar dapat mempertahankan wilayah yang kita kuasai sekarang,” kata Hnezdilov.

Militer Ukraina mencatat defisit 4.000 tentara di garis depan pada bulan September yang sebagian besar disebabkan oleh kematian, cedera, dan desersi, menurut seorang anggota parlemen. Sebagian besar pembelot adalah di antara rekrutan baru.

Kepala layanan hukum salah satu brigade yang bertugas memproses kasus desersi dan meneruskannya ke penegak hukum mengatakan dia sudah menangani banyak kasus seperti itu.

“Hal utama adalah mereka meninggalkan posisi tempur selama permusuhan dan rekan-rekan mereka tewas karenanya. Kami mengalami beberapa situasi ketika unit melarikan diri, kecil atau besar. Mereka mengekspos sisi-sisi mereka, dan musuh datang ke sisi-sisi ini dan membunuh saudara-saudara seperjuangan mereka, karena mereka yang berdiri di posisi itu tidak tahu bahwa tidak ada orang lain di sekitar,” kata pejabat itu.

Begitulah cara Vuhledar, kota di puncak bukit yang dipertahankan Ukraina selama dua tahun, jatuh dalam hitungan minggu pada bulan Oktober, kata perwira Brigade ke-72, yang termasuk di antara yang terakhir mundur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved