Dahului China, Taiwan Latihan Sistem Rudal saat Presiden Lai Hendak Sambangi AS

Kamis, 28 November 2024 - 10:31 WIB
loading...
Dahului China, Taiwan...
Dahului China, Taiwan latihan sistem rudal saat Presiden Lai Ching-te hendak lawatan ke Pasifik yang mencakup transit di AS. Foto/The War Zone
A A A
TAIPEI - Militer Taiwan menggelar latihan sistem pertahanan rudal pada Kamis (28/11/2024) dini hari untuk menguji respons dan prosedur keterlibatannya.

Manuver ini digelar menjelang lawatan Presiden Lai Ching-te pada akhir pekan ke Pasifik yang akan mencakup transitdi Amerika Serikat (AS).

Menurut penilaian Taiwan, China kemungkinan akan meluncurkan latihan militer dalam beberapa hari mendatang di dekat Taiwan—menggunakan lawatan Presiden Lai ke Pasifik dan transit terjadwal AS sebagai dalih.

Beijing mengeklaim Taiwan—wilayah yang memerintah sendiri secara demokratis selama bertahun-tahun—sebagai wilayah China dan mengatakan Lai adalah seorang "separatis".

Baca Juga: Taiwan Dilaporkan Ingin Beli 60 Jet Tempur Siluman F-35 dan 400 Rudal Patriot AS

Lai mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka dan telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan Beijing namun ditolak.

Komando Angkatan Udara Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa selama periode dua jam mulai Rabu malam, pesawat, kapal, dan sistem rudal Taipei terlibat dalam latihan rencana pertempuran pertahanan udara secara keseluruhan.

Pernyataan komando itu tidak menyebutkan rencana lawatan Presiden Lai ke Pasifik sebagai dasar dari pelaksanaan manuver militer tersebut.

"Latihan ini untuk memperkuat efektivitas keseluruhan operasi pertahanan udara dan menguji prosedur respons dan keterlibatan pasukan pertahanan udara," kata Komando Angkatan Udara Taiwan.

"Dalam menghadapi perubahan situasi musuh, kami akan terus meningkatkan ketahanan pertahanan melalui berbagai pelatihan praktis untuk mengantisipasi potensi ancaman dan tantangan serta memastikan keamanan pertahanan udara," imbuh komando tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kepada Reuters secara terpisah bahwa manuver tersebut adalah latihan rutin yang dilakukan setiap tiga bulan.

Koresponden Reuters di pinggiran utara Taipei melaporkan telah melihat dan mendengar jet tempur di langit saat fajar menyingsing.

China telah melakukan dua putaran latihan perang besar di sekitar Taiwan sepanjang tahun ini, dan setiap hari menerbangkan pesawat dan mengirim kapal ke wilayah di sekitar Taiwan.

Taiwan juga mengeluhkan balon-balon udara China yang terbang di dekat pulau itu, yang menurut pemerintah merupakan pola penindasan oleh Beijing.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada hari sebelumnya bahwa mereka telah melihat dua balon udara China terbang di atas laut di sebelah utara Taiwan, pada jarak 60 mil laut dan 88 mil laut dari kota pelabuhan Keelung.

Lai akan memulai lawatannya pada hari Sabtu. Pengumuman resmi tentang persinggahannya di AS dapat dilakukan paling cepat pada hari Jumat, menurut beberapa sumber Taiwan.

Pada hari Rabu malam, Kantor Kepresidenan Taiwan mengatakan bahwa jika China menggunakan perjalanan Lai sebagai alasan untuk meluncurkan latihan militer, "itu akan menjadi provokasi yang mencolok terhadap status quo perdamaian dan stabilitas di kawasan ini."

Sementara itu, pemerintah China mengatakan bahwa transit lawatan Lai di AS, seperti yang direncanakan, "pada dasarnya merupakan tindakan provokatif yang melanggar prinsip satu-China."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved