Ingin Palsukan Sejarah, Arkeolog dan Tentara Israel Malah Tewas di Lebanon Selatan

Sabtu, 23 November 2024 - 12:30 WIB
loading...
Ingin Palsukan Sejarah,...
Tentara Israel berada di dekat perbatasan Lebanon. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Pemerintah Lebanon mengecam militer Israel karena menyerbu situs arkeologi di Lebanon selatan untuk memalsukan sejarah dan memanipulasi fakta.

Aksi militer Zionis itu dilakukan bersama dengan arkeolog Israel, Zeev Erlich. Namun malang nasib mereka, Erlich dan seorang tentara Israel justru tewas di wilayah Lebanon, menurut laporan Anadolu Agency.

Pada hari Kamis (21/11/2024), penyiar publik Israel, KAN, mengatakan arkeolog Erlich (71 tahun) tewas bersama dengan seorang tentara Israel, dalam bentrokan dengan pejuang Hizbullah di Lebanon selatan.

Menteri Kebudayaan Lebanon, Mohammad Al-Murtada, mengatakan aksi pasukan Israel yang mengawal Erlich merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi UNESCO yang bertujuan melindungi situs sejarah dan budaya Lebanon dari serangan Israel.

Pada hari Senin, UNESCO mengumumkan mereka menempatkan 34 situs budaya di Lebanon yang terancam oleh pemboman Israel di bawah "perlindungan sementara yang diperkuat" dan memberikan bantuan keuangan darurat untuk melindungi warisan budaya Lebanon dari pemboman Israel.

Al-Murtada mengatakan Erlich memasuki kota Shama di Lebanon selatan, bersenjata dan dikawal oleh pasukan Israel, untuk memeriksa tempat suci Nabi Shamoun dan secara keliru mengklaim tempat itu adalah "warisan Israel".

Dia menekankan, “Kedatangan Erlich di situs sejarah tersebut menegaskan sekali lagi sifat ekspansionis agresif dari entitas (Israel) melalui pendudukan tanah, sejarah, dan warisan Lebanon."

"Sejarah Israel yang dituduhkan di tanah kami tidak lebih dari sekadar mitos yang tidak ada hubungannya dengan kebenaran sejarah yang sebenarnya," tegas Menteri Lebanon tersebut.

Menurut media Israel, Erlich adalah pemukim terkenal yang tinggal di pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.

Harian Israel, Yedioth Ahronoth, mengatakan arkeolog Israel itu sedang dalam misi untuk memeriksa benteng kuno di Lebanon selatan.

Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan dengan Lebanon, meluncurkan kampanye udara pada akhir September terhadap apa yang diklaimnya sebagai target Hizbullah.

Hampir 3.600 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon, dengan lebih dari 5.000 orang terluka dan lebih dari 1 juta orang mengungsi sejak Oktober lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Tel Aviv memperluas konflik dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober.

Baca juga: Hamas Desak ICC Perluas Perintah Penangkapan untuk Semua Pemimpin Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Berita Terkini
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved