Iran Sangkal Duta Besarnya untuk PBB Bertemu Elon Musk di New York
Sabtu, 16 November 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Selama kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan kepada kepala Badan Tenaga Atom Internasional, Rafael Grossi, bahwa Teheran bersedia menyelesaikan perselisihan yang belum terselesaikan mengenai program nuklirnya tetapi tidak akan menyerah pada tekanan.
Grossi mengunjungi fasilitas nuklir Natanz dan lokasi pengayaan Fordow, yang digali di satu gunung sekitar 100 km (60 mil) selatan ibu kota, Teheran, media pemerintah melaporkan, tanpa memberikan rincian.
Hubungan antara Teheran dan IAEA telah memburuk karena beberapa masalah yang sudah berlangsung lama, termasuk Iran yang melarang para ahli pengayaan uranium Badan tersebut memasuki negara tersebut dan kegagalannya menjelaskan jejak uranium yang ditemukan di lokasi yang tidak diumumkan.
"Bola ada di tangan pengadilan UE/E3," ungkap Menteri Luar Negeri, Abbas Araqchi, menulis di X setelah pembicaraan di Teheran dengan Grossi pada hari Kamis, mengacu pada tiga negara Eropa yakni Prancis, Inggris, dan Jerman yang mewakili Barat bersama Amerika Serikat dalam pembicaraan nuklir.
"Bersedia bernegosiasi berdasarkan kepentingan nasional dan hak-hak yang tidak dapat dicabut, tetapi tidak siap bernegosiasi di bawah tekanan dan intimidasi," tegas Araqchi.
Kembalinya Trump sebagai Presiden AS pada Januari mengacaukan diplomasi nuklir dengan Iran, yang terhenti di era pemerintahan Joe Biden yang akan berakhir setelah berbulan-bulan perundingan tidak langsung.
Grossi mengunjungi fasilitas nuklir Natanz dan lokasi pengayaan Fordow, yang digali di satu gunung sekitar 100 km (60 mil) selatan ibu kota, Teheran, media pemerintah melaporkan, tanpa memberikan rincian.
Hubungan antara Teheran dan IAEA telah memburuk karena beberapa masalah yang sudah berlangsung lama, termasuk Iran yang melarang para ahli pengayaan uranium Badan tersebut memasuki negara tersebut dan kegagalannya menjelaskan jejak uranium yang ditemukan di lokasi yang tidak diumumkan.
"Bola ada di tangan pengadilan UE/E3," ungkap Menteri Luar Negeri, Abbas Araqchi, menulis di X setelah pembicaraan di Teheran dengan Grossi pada hari Kamis, mengacu pada tiga negara Eropa yakni Prancis, Inggris, dan Jerman yang mewakili Barat bersama Amerika Serikat dalam pembicaraan nuklir.
"Bersedia bernegosiasi berdasarkan kepentingan nasional dan hak-hak yang tidak dapat dicabut, tetapi tidak siap bernegosiasi di bawah tekanan dan intimidasi," tegas Araqchi.
Kembalinya Trump sebagai Presiden AS pada Januari mengacaukan diplomasi nuklir dengan Iran, yang terhenti di era pemerintahan Joe Biden yang akan berakhir setelah berbulan-bulan perundingan tidak langsung.
Lihat Juga :