4 Fakta Pemerintahan Trump Mendatang Lebih Pro-Israel
Sabtu, 16 November 2024 - 12:37 WIB
loading...
Pemerintahan Donald Trump mendatang dipandang lebih pro-Israel. Foto/IG/realdonaldtrump
A
A
A
WASHINGTON - 4 Fakta Pemerintahan Trump Mendatang Lebih Pro-Israel
Donald Trump yang terpilih kembali akan menggerakkan pemerintahannya lebih dekat lagi ke Israel dan tidak akan merasakan tekanan untuk berpura-pura ada perbedaan antara kepentingan kedua negara.
"Benar-benar ada potensi perubahan paradigma yang luar biasa di sejumlah bidang, seperti memajukan kerja sama regional dan memberikan tekanan maksimum pada Iran," kata Fredman.
Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir
Seperti slogan domestiknya, Pieprz mengatakan, Trump ingin "membuat hubungan AS-Israel hebat lagi".
Donald Trump yang terpilih kembali akan menggerakkan pemerintahannya lebih dekat lagi ke Israel dan tidak akan merasakan tekanan untuk berpura-pura ada perbedaan antara kepentingan kedua negara.
4 Fakta Pemerintahan Trump Mendatang Lebih Pro-Israel
1. Memberikan Tekanan Maksimum kepada Iran
Berbicara kepada kantor berita AFP, Asher Fredman, direktur lembaga pemikir Israel, Misgav Institute for National Security and Zionist Strategy, mengatakan pemerintahan Trump yang akan datang tampak "lebih pro-Israel daripada kebanyakan orang Israel"."Benar-benar ada potensi perubahan paradigma yang luar biasa di sejumlah bidang, seperti memajukan kerja sama regional dan memberikan tekanan maksimum pada Iran," kata Fredman.
Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir
2. Tidak Memiliki Konflik dengan Israel seperti Pemerintahan Biden Sebelumnya
Elie Pieprz, direktur hubungan internasional di Forum Pertahanan dan Keamanan Israel – sebuah organisasi yang secara terbuka berhaluan Zionis, mengatakan Biden memiliki hubungan yang sulit dengan Israel sementara Trump kemungkinan akan berusaha meredakan ketegangan apa pun.Seperti slogan domestiknya, Pieprz mengatakan, Trump ingin "membuat hubungan AS-Israel hebat lagi".
3. Memiliki Pendekatan yang Oportunis
Aaron David Miller, seorang peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace dan mantan penasihat Departemen Luar Negeri AS, mengatakan Trump memiliki pendekatan "oportunistik, transaksional, dan ad hoc" terhadap urusan internasional dan tidak mungkin dapat menghentikan perang Israel di Gaza.Lihat Juga :