Polandia Ungkap Tatanan Dunia Baru Hadir setelah Kesepakatan Damai Rusia dan Ukraina

Kamis, 14 November 2024 - 19:45 WIB
loading...
Polandia Ungkap Tatanan...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Radoslaw Sikorski. Foto/anadolu
A A A
WARSAWA - Kesepakatan damai potensial antara Rusia dan Ukraina akan memiliki efek berantai yang sama seperti Konferensi Potsdam 1945, yang menentukan tatanan pasca-Perang Dunia II selama beberapa dekade mendatang.

Pendapat itu diungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Radoslaw Sikorski.

Dalam wawancara dengan penyiar TVN24 pada hari Selasa (12/11/2024), Sikorski menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana pemerintahan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat mengubah kebijakan Amerika terhadap Ukraina dan apa artinya bagi negara-negara Eropa lainnya.

Menteri tersebut menyatakan “keputusan seperti Potsdam sudah di depan mata,” seraya menambahkan keputusan tersebut “dapat membangun tatanan internasional baru selama beberapa dekade.”

Dia merujuk pada perjanjian antara Uni Soviet dan sekutu Barat yang membuka jalan bagi kemunculan blok Timur dan Barat secara de facto serta pembagian Jerman, dan yang menjadi panggung bagi persaingan Perang Dingin yang sengit.

Menurut Sikorski, Polandia, yang telah menjadi pendukung setia Ukraina sejak pecahnya permusuhan, juga tengah mempersiapkan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa yang "dramatis" pekan depan.

"Keputusan besar harus dibuat, atau tidak akan dibuat, tentang apakah kita siap mengalokasikan sumber daya riil, misalnya aset Rusia yang dibekukan, untuk mendukung Ukraina," papar dia.

Pada saat yang sama, menteri luar negeri berpendapat meskipun pemerintahan Trump yang akan datang ingin mengakhiri konflik, mereka "tidak mampu menanggung kekalahan telak bagi Ukraina."

Untuk mendukung pendiriannya, Sikorski mengutip contoh penarikan pasukan AS yang kacau dari Afghanistan pada tahun 2021, dengan mencatat, "Persepsi kekalahan di Afghanistan merupakan beban bagi pemerintahan (Joe) Biden."

Menjelang pemilu presiden AS, Trump berulang kali berjanji mengakhiri konflik Ukraina dalam waktu 24 jam bahkan sebelum dilantik.

Laporan media menunjukkan presiden terpilih tersebut tidak membuang waktu dalam membentuk kebijakan AS terkait masalah tersebut.

The Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini bahwa salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah Kiev menangguhkan ambisinya untuk bergabung dengan NATO dan membekukan konflik di sepanjang garis depan saat ini.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengesampingkan segala "perdagangan" dengan wilayah yang diklaim Kiev sebagai miliknya, media lokal mengisyaratkan dia tidak punya banyak pilihan jika AS menekannya untuk menerima kesepakatan dengan Rusia.

Moskow, yang telah memperoleh kemajuan yang stabil di medan perang dalam beberapa bulan terakhir, telah mengesampingkan segala pembekuan dalam konflik tersebut, meskipun telah mengisyaratkan pihaknya tetap terbuka untuk berdialog.

Baca juga: Perbandingan Kekuatan Militer Iran Vs Korea Utara, Siapa Lebih Unggul?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Berita Terkini
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved