Ada Apa di Balik Mohammed bin Salman Peringatkan Israel Tak Serang Iran?
Kamis, 14 November 2024 - 08:31 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memperingatkan Israel untuk tidak menyerang Iran lagi. Foto/SPA
A
A
A
RIYADH - Mohammed bin Salman, Putra Mahkota yang juga penguasa de facto Arab Saudi pada Senin lalu memperingatkan Israel agar tidak menyerang Iran lagi.
Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu meminta rezim Zionis Israel untuk menghormati kedaulatan Iran. Sikapnya itu menandai hubungan yang menghangat antara kedua Riyadh dan Teheran, yang sebelumnya bermusuhan.
Pangeran Mohammed bin Salman menyampaikan peringataannya itu dalam pertemuan puncak para pemimpin Arab dan Muslim di Arab Saudi.
"Masyarakat internasional harus mewajibkan Israel untuk menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak melanggar wilayahnya," katanya.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman: Israel Lakukan Genosida Terhadap Rakyat Palestina!
Arab Saudi yang mayoritas Muslim Sunni dan Iran yang mayoritas Syiah sering kali berada di pihak yang berseberangan dalam konflik regional termasuk konflik Suriah.
Pada tahun 2015, Arab Saudi memobilisasi koalisi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut Ibu Kota Yaman; Sanaa, dan maju menuju kota utama di selatan Aden.
Tahun berikutnya, Riyadh dan Teheran memutuskan hubungan setelah serangan terhadap misi diplomatik Saudi di Iran selama protes atas eksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Riyadh.
Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu meminta rezim Zionis Israel untuk menghormati kedaulatan Iran. Sikapnya itu menandai hubungan yang menghangat antara kedua Riyadh dan Teheran, yang sebelumnya bermusuhan.
Pangeran Mohammed bin Salman menyampaikan peringataannya itu dalam pertemuan puncak para pemimpin Arab dan Muslim di Arab Saudi.
"Masyarakat internasional harus mewajibkan Israel untuk menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak melanggar wilayahnya," katanya.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman: Israel Lakukan Genosida Terhadap Rakyat Palestina!
Arab Saudi yang mayoritas Muslim Sunni dan Iran yang mayoritas Syiah sering kali berada di pihak yang berseberangan dalam konflik regional termasuk konflik Suriah.
Pada tahun 2015, Arab Saudi memobilisasi koalisi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut Ibu Kota Yaman; Sanaa, dan maju menuju kota utama di selatan Aden.
Tahun berikutnya, Riyadh dan Teheran memutuskan hubungan setelah serangan terhadap misi diplomatik Saudi di Iran selama protes atas eksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Riyadh.
Lihat Juga :