Siapa Kristi Noem? Kandidat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kabinet Donald Trump

Rabu, 13 November 2024 - 22:50 WIB
loading...
A A A
Dia juga menghadapi keluhan etika di South Dakota karena menggunakan kantornya secara tidak pantas untuk membantu putrinya mendapatkan lisensi penilai real estat. Dan baru-baru ini, dia dilarang oleh kesembilan suku asli di negara bagiannya dari tanah mereka atas komentar yang dibuat gubernur tentang para pemimpin suku yang lebih berfokus pada keuntungan dari kartel narkoba daripada anak-anak mereka.

Tetap saja, Noem tetap menjadi sekutu setia Trump. Pada minggu-minggu terakhir kampanye 2024, The Atlantic melaporkan bahwa Noem berpartisipasi dalam pengarahan strategi dengan Trump, mempertanyakan temuan pejabat kampanye tentang keadaan perlombaan. Dan dia memoderatori rapat umum yang berkesan pada bulan Oktober ketika Trump bergoyang mengikuti musik selama lebih dari 30 menit.

6. Sangat Anti-Imigran

Noem berada di antara Partai Republik bersama Trump pada malam pemilihan. Dia mengatakan kepada Erin Burnett dari CNN sehari setelah kemenangan Trump bahwa dia "menyadari banyak keluarga selama kampanye ini mendatanginya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah tragis tentang kehilangan orang yang dicintai karena imigran ilegal yang datang yang merupakan pemerkosa atau pembunuh atau teroris yang berbahaya bagi negara ini. Dan dia fokus untuk membuat komunitas mereka lebih aman.”

“Presiden Trump saat ini fokus pada orang-orang yang berbahaya. Ketika saya mengunjunginya, dia fokus untuk membuat negara ini lebih aman,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Speed Boat Hilang Kontak...
Speed Boat Hilang Kontak di Teluk Tomini: 12 Orang Ditemukan, Nahkoda Masih Dicari
Kris Dayanti Borong...
Kris Dayanti Borong 2 Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu
Berita Terkini
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved