Beri Sinyal ke Donald Trump, MBS Minta Perang Gaza dan Lebanon Segera Diakhiri
Senin, 11 November 2024 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
OKI yang beranggotakan 57 orang dan Liga Arab yang beranggotakan 22 orang termasuk negara-negara yang mengakui Israel dan mereka yang menentang keras integrasi regionalnya. KTT tahun lalu di Riyadh menyaksikan ketidaksepakatan mengenai langkah-langkah seperti memutus hubungan ekonomi dan diplomatik dengan Israel dan mengganggu pasokan minyaknya.
Pemilihan Donald Trump minggu lalu untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih kemungkinan akan menjadi perhatian para pemimpin di Riyadh, kata Anna Jacobs, analis senior Teluk untuk lembaga pemikir International Crisis Group.
“KTT ini merupakan kesempatan bagi para pemimpin regional untuk memberi isyarat kepada pemerintahan Trump yang akan datang tentang apa yang mereka inginkan dalam hal keterlibatan AS,” katanya kepada kantor berita AFP. “Pesan tersebut kemungkinan berupa dialog, de-eskalasi, dan seruan terhadap kampanye militer Israel di kawasan tersebut.”
Umer Karim, seorang pakar politik Saudi di Universitas Birmingham, mengatakan Riyadh akan menggunakan KTT hari Senin untuk memberi isyarat kepada tim Trump yang akan datang bahwa mereka tetap menjadi mitra yang kuat.
Pesannya adalah bahwa Trump “dapat mengandalkan Saudi sebagai perwakilan dunia Muslim”, dan bahwa “jika Anda ingin memperluas kepentingan Amerika di kawasan tersebut, Arab Saudi adalah pilihan Anda”, katanya.
Genosida Israel di Gaza dimulai setelah serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang. Sejak itu, Israel telah membunuh lebih dari 43.600 warga Palestina di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.
Israel juga telah menargetkan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang menewaskan lebih dari 3.100 orang di negara itu dalam setahun.
Pemilihan Donald Trump minggu lalu untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih kemungkinan akan menjadi perhatian para pemimpin di Riyadh, kata Anna Jacobs, analis senior Teluk untuk lembaga pemikir International Crisis Group.
“KTT ini merupakan kesempatan bagi para pemimpin regional untuk memberi isyarat kepada pemerintahan Trump yang akan datang tentang apa yang mereka inginkan dalam hal keterlibatan AS,” katanya kepada kantor berita AFP. “Pesan tersebut kemungkinan berupa dialog, de-eskalasi, dan seruan terhadap kampanye militer Israel di kawasan tersebut.”
Umer Karim, seorang pakar politik Saudi di Universitas Birmingham, mengatakan Riyadh akan menggunakan KTT hari Senin untuk memberi isyarat kepada tim Trump yang akan datang bahwa mereka tetap menjadi mitra yang kuat.
Pesannya adalah bahwa Trump “dapat mengandalkan Saudi sebagai perwakilan dunia Muslim”, dan bahwa “jika Anda ingin memperluas kepentingan Amerika di kawasan tersebut, Arab Saudi adalah pilihan Anda”, katanya.
Genosida Israel di Gaza dimulai setelah serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang. Sejak itu, Israel telah membunuh lebih dari 43.600 warga Palestina di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.
Israel juga telah menargetkan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang menewaskan lebih dari 3.100 orang di negara itu dalam setahun.
(ahm)
Lihat Juga :