Berbeda dengan Trump, Kenapa Uni Eropa Tetap Ngotot Dukung Ukraina Melawan Rusia?

Minggu, 10 November 2024 - 21:10 WIB
loading...
A A A
“Kita butuh senjata yang cukup, bukan dukungan dalam pembicaraan. Pelukan dengan Putin tidak akan membantu. Beberapa dari Anda telah memeluknya selama 20 tahun, dan keadaan semakin memburuk,” tambahnya.

Di jalur kampanye, Trump juga meragukan akan mempertahankan bantuan militer dan keuangan AS yang besar untuk Ukraina dan mengatakan ia dapat membuat kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang.

Berbeda dengan Trump, Kenapa Uni Eropa Tetap Ngotot Dukung Ukraina Melawan Rusia?

1. Kebijakan Trump Belum Bisa Diprediksi

“Tidak seorang pun tahu persis apa yang akan dilakukan pemerintahan baru,” kata Borrell pada hari Sabtu, sambil menunjukkan bahwa Biden masih memiliki dua bulan kekuasaan untuk membuat keputusan.

“Kita harus berbuat lebih banyak dan lebih cepat, lebih banyak dukungan militer, lebih banyak kapasitas pelatihan, lebih banyak uang, pasokan lebih cepat, dan juga izin untuk menyerang musuh di target militernya di wilayahnya,” kata Borrell.

Baca Juga: Inggris Tuding Rusia Mengalami Kekalahan Terburuk dalam Beberapa Bulan Terakhir

2. Putin Tak Mau Bernegosiasi

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa juga mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin “tidak ingin bernegosiasi dan tidak akan bernegosiasi kecuali dia dipaksa untuk melakukannya”.

Pada hari Kamis, Putin mengucapkan selamat kepada Trump atas kemenangannya sebagai presiden dan mengatakan bahwa komentar Trump tentang memulihkan “hubungan dengan Rusia” dan membantu “mengakhiri krisis Ukraina”, menurut pendapatnya, “paling tidak patut mendapat perhatian”.

3. Sudah Menghabiskan Miliaran Dolar untuk Membantu Ukraina

Sejauh ini, Eropa telah menghabiskan sekitar USD125 miliar untuk mendukung Ukraina sejak invasi Rusia tahun 2022, sementara Amerika Serikat sendiri telah menghabiskan lebih dari $90 miliar, menurut pelacak dari Institut Kiel yang berbasis di Jerman.

Mempertahankan Washington, donor tunggal terbesar Ukraina, dipandang oleh sebagian besar sebagai kunci untuk memastikan Kyiv dapat melawan, terutama selama ketidakpastian politik di negara-negara besar Eropa, seperti Jerman dan Prancis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved