Viral, Gerakan Wanita Mogok Seks Melanda AS usai Trump Menang Pilpres

Jum'at, 08 November 2024 - 09:23 WIB
loading...
A A A
Mereka merasa bahwa ketidaksetaraan gender adalah masalah besar, dengan perempuan rata-rata dibayar 84 persen dari apa yang diterima laki-laki saat bekerja penuh waktu, sepanjang tahun, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Trump juga menerima kritik ketika sebuah video muncul kembali yang memperlihatkan dirinya sedang mendiskusikan wanita, dengan mengatakan bahwa dia dapat "mencengkeram kemaluan mereka", dalam sebuah wawancara Access Hollywood yang bocor dengan Billy Bush pada tahun 2005.

“Para gadis, saatnya memboikot semua pria! Kalian kehilangan hak-hak kalian, dan mereka kehilangan hak untuk memukul mentah-mentah! Gerakan 4B dimulai sekarang!” tulis seorang kreator konten di TiKTok dalam sebuah video yang ditonton 3,4 juta kali, seperti dikutip The Guardian, Jumat (8/11/2024).

Dalam video lainnya, seorang wanita berolahraga di mesin stair climber. “Membangun tubuh impianku yang tidak akan disentuh pria mana pun selama 4 tahun ke depan,” bunyi caption dalam video tersebut. Komentar teratas pada unggahannya: “Di klub, kita semua hidup selibat.”

Pada hari Rabu, pencarian Google untuk “4B” melonjak hingga 450%, dengan minat terbanyak datang dari Washington DC, Colorado, Vermont, dan Minnesota.

Uniknya, gerakan ini juga diramaikan kaum pria, di mana mereka mengunggah video yang menguraikan mengapa mereka yakin perempuan harus memulai gerakan 4B di AS setelah terpilihnya kembali Trump sebagai Presiden Amerika.

Seorang pengguna TikTok, Maria B, mempromosikan gerakan tersebut dan mencukur kepalanya dengan makian kotor, yang kini menjadi viral.

Pengguna lain, Topher_Toro, mengunggah dukungannya terhadap gerakan 4B, dengan mengatakan: "Kami pantas mendapatkannya" dalam sebuah unggahan yang juga mengandung kata-kata kotor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved