Menang Pilpres AS, Donald Trump Berjanji Menghentikan Semua Perang

Rabu, 06 November 2024 - 18:24 WIB
loading...
Menang Pilpres AS, Donald...
Donald Trump berjanji menghentikan semua perang. Foto/X/@daivymag
A A A
WASHINGTON - Donald Trump telah memberi tahu para pendukungnya, setelah kampanye pemilihan AS yang sukses, bahwa ia tidak punya keinginan untuk memulai perang.

Presiden AS ke-45, dan kemungkinan ke-47, itu mengklaim kemenangan karena proyeksi menunjukkan bahwa ia berada di jalur yang tepat untuk mendapatkan lebih dari 270 suara elektoral untuk mengamankan Gedung Putih.

Trump berjanji bahwa pemerintahan keduanya akan mengantar masuk "zaman keemasan Amerika" yang baru.

Sementara pidato perayaannya difokuskan pada kebijakan dalam negeri, Trump juga mengatakan negara itu membutuhkan "militer yang kuat dan tangguh, dan idealnya kita tidak perlu menggunakannya."

Selama masa jabatan pertamanya dari tahun 2017 hingga 2021, ia mengklaim "kami tidak berperang" dalam arti bahwa AS hampir tidak terlibat dalam konflik bersenjata besar yang baru.

"Empat tahun kami tidak berperang, kecuali kami mengalahkan ISIS, kami mengalahkan ISIS dalam waktu singkat," katanya, mengacu pada kampanye militer internasional di Timur Tengah melawan organisasi teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS).

"Mereka mengatakan dia akan memulai perang. Saya tidak akan memulai perang. Saya akan menghentikan perang," tambah Trump.

Trump telah berulang kali mengklaim bahwa dia akan menghentikan konflik antara Rusia dan Ukraina "dalam 24 jam", jika terpilih, bahkan mungkin sebelum secara resmi memangku jabatan presiden.

Baca Juga: PM Netanyahu Sebut Kemenangan Trump sebagai Kebangkitan Terhebat dalam Sejarah

Meskipun pemerintahannya memang mengirim senjata ke Kiev menjelang eskalasi konflik, Trump sendiri tidak lagi berada di Ruang Oval ketika Moskow menerbitkan proposal untuk menyelesaikan ketegangan yang meningkat pada bulan Desember 2021.

Trump tidak pernah mengumumkan rencananya untuk mengakhiri konflik Ukraina. Ia dilaporkan bermaksud untuk menekan Moskow dan Kiev dan memaksa keduanya untuk membuat konsesi.

Pemerintah Rusia telah mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima resolusi apa pun yang hanya akan membekukan status quo tanpa menyelesaikan penyebab utama konfrontasi.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved