Pandangan 2 Capres Amerika Terhadap Palestina, Adakah yang Memilih Netral?
Selasa, 05 November 2024 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga bukan rahasia lagi bahwa Netanyahu dan anggota pemerintahannya akan merasa lebih nyaman dengan mantan Presiden Donald Trump, yang pernah menjadi sekutu dekatnya, kembali ke Gedung Putih.
Trump juga bersikeras ingin membuat “kesepakatan akhir” untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dengan menjadikan Tel Aviv sebagai kunci perdamaian.
Hal tersebut disebabkan Trump selalu memandang Palestina sebagai wilayah yang dipenuhi oleh kelompok ekstrimis dan teroris. Karena itulah dirinya tidak pernah mendukung kemerdekaan negara tersebut.
Baca Juga: Prediksi Pemilu Presiden AS: Harris dan Trump Bersaing Ketat
Harris juga akan mendukung kebijakan yang memberikan sanksi persenjataan kepada Israel sebagai bagian dari pemerintahan ini. Hal membuat sosoknya menjadi seakan pro-Palestina.
Trump juga bersikeras ingin membuat “kesepakatan akhir” untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dengan menjadikan Tel Aviv sebagai kunci perdamaian.
Hal tersebut disebabkan Trump selalu memandang Palestina sebagai wilayah yang dipenuhi oleh kelompok ekstrimis dan teroris. Karena itulah dirinya tidak pernah mendukung kemerdekaan negara tersebut.
Baca Juga: Prediksi Pemilu Presiden AS: Harris dan Trump Bersaing Ketat
2. Pandangan Kamala Harris Terhadap Palestina
Menghadapi Trump yang pro-Israel, Kamala Harris memilih untuk netral dan akan menghadapi skeptisisme dari sebagian pemilih pro-Palestina yang merasa pemerintahan Biden-Harris belum melakukan apa pun untuk membantu mengakhiri perang di Gaza.Harris juga akan mendukung kebijakan yang memberikan sanksi persenjataan kepada Israel sebagai bagian dari pemerintahan ini. Hal membuat sosoknya menjadi seakan pro-Palestina.
Lihat Juga :