Rusia Merasa Diremehkan AS soal Senjata Nuklir, Bisa Perang Dunia III

Minggu, 03 November 2024 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, para pemimpin Barat saat ini tidak berpikiran maju seperti para pendahulu mereka dan gagal memperhitungkan kesediaan Rusia untuk mempertahankan keberadaannya dengan menggunakan segala cara yang dimilikinya.

"Mereka telah melakukan kesalahan perhitungan, karena mereka bukan orang yang paling cerdas. Untuk beberapa alasan mereka berpikir bahwa Rusia tidak akan pernah melewati batas tertentu. Mereka salah. Jika menyangkut eksistensi negara kita, seperti yang telah berulang kali dikatakan oleh presiden negara kita, kita tidak akan punya pilihan lain,” kata Medvedev.

Dia menekankan bahwa siapa pun yang menjabat sebagai presiden negara bersenjata nuklir mengemban kewajiban untuk membela negara mereka “sampai akhir”, dan bersugesti bahwa para pemimpin Barat saat ini seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz tidak memiliki ketajaman dan kehalusan pikiran seperti para pendahulu mereka.

”Kelas politik mengalami kemerosotan, teknokrat masuk dan mereka tidak dapat memahami bagaimana politik berfungsi. Ini adalah bencana,” kata Medvedev.

Pada bulan September, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan amandemen doktrin nuklir negaranya. Perubahan tersebut akan memungkinkan Moskow untuk memperlakukan serangan oleh negara non-nuklir—termasuk Ukraina—yang didukung oleh negara nuklir sebagai ancaman bersama ketika memutuskan apakah akan membalas dengan senjata nuklir.

Putin juga telah memperingatkan bahwa izin Barat bagi Ukraina untuk melakukan serangan jarak jauh di wilayah Rusia akan sama saja dengan NATO yang mengobarkan perang terhadap Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Generasi Muda dan Gaya...
Generasi Muda dan Gaya Hidup Baru di Era Digital dan AI
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Berita Terkini
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved