Israel Ingin Rusia Mediasi Perdamaian dengan Hizbullah

Sabtu, 02 November 2024 - 07:45 WIB
loading...
Israel Ingin Rusia Mediasi...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Israel, 23 Januari 2020. Foto/Sputnik/Sergey Guneev
A A A
MOSKOW - Israel ingin Rusia ikut ambil bagian dalam upaya perdamaian yang bertujuan mengakhiri konflik negara Zionis itu dengan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah.

Keinginan itu dilaporkan Ynet News dan beberapa media lokal lainnya, mengutip pejabat Israel yang terlibat dalam negosiasi.

Menurut laporan tersebut, Israel berharap keterlibatan Moskow dapat menambah stabilitas pada setiap kesepakatan di masa mendatang dan mengurangi ketergantungan pada AS.

"Rusia akan memiliki peran khusus dalam mengimplementasikan perjanjian dan mencegah eskalasi lebih lanjut," ujar seorang sumber kepada Ynet.

Mengomentari laporan tersebut, Orna Mizrahi, mantan wakil penasihat keamanan nasional Israel, mengatakan kepada Newsweek bahwa meskipun Israel "lebih menyukai Amerika," Israel memahami "hubungan baik" Rusia dengan Iran dapat berkontribusi pada stabilitas setiap kesepakatan tentang Lebanon yang dicapai di masa mendatang.

"Hal lain adalah fakta bahwa mereka adalah bagian dari lima anggota Dewan Keamanan PBB dan jika kita sampai pada titik di mana kita memiliki semacam resolusi baru tentang gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB, kami ingin Rusia menyetujuinya," ujar dia.

Laporan media Israel pekan ini mengklaim negosiasi kesepakatan gencatan senjata di Lebanon telah mencapai "tahap lanjutan."

Utusan Presiden AS Joe Biden, Amos Hochstein, yang menjadi penengah antara Israel dan Lebanon, dilaporkan mencapai kesepakatan awal mengenai kesepakatan tersebut selama kunjungan ke Beirut awal pekan ini.

Kesepakatan tersebut melibatkan implementasi yang lebih luas dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang disahkan pada tahun 2006, yang menuntut penarikan pasukan Hizbullah dari perbatasan Lebanon-Israel.

Kesepakatan tersebut memperkenalkan mekanisme internasional untuk mengawasi wilayah tersebut dan menangani klaim pelanggaran oleh Israel atau Lebanon dan dilaporkan mencegah Hizbullah mempersenjatai kembali, yang secara efektif berarti kelompok tersebut akan dilarang memperoleh sarana militer.

Pejabat Israel mengatakan kepada Ynet bahwa kesepakatan tersebut, jika ditandatangani, akan dimulai dengan gencatan senjata selama 60 hari, di mana mekanisme baru untuk mengawasi wilayah tersebut akan dibentuk.

Hochstein dilaporkan diharapkan tiba di Israel sebelum pemilu presiden AS yang dijadwalkan pada tanggal 5 November untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.

Laporan tersebut mengklaim Moskow telah membahas situasi tersebut dengan Iran, yang dikatakan mendorong Hizbullah menyetujui persyaratan tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat tidak membenarkan atau membantah keterlibatan Rusia dalam proses perdamaian, tetapi mengatakan Moskow "mempertahankan kontak dengan semua pihak yang berkonflik."

"Dan, tentu saja, jika bantuan kami dibutuhkan, Rusia siap memainkan perannya," papar dia.

Baca juga: Pemimpin tertinggi Iran Perintahkan Serangan Balasan terhadap Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Cara Bikin Konten Reaction...
Cara Bikin Konten Reaction Viral, Simak 10 Tips dari Janda Tawa
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Berita Terkini
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved