Viral Legenda Tinju Muhammad Ali Salat Diimami Pemimpin Hizbullah Sheikh Naim Qassem
Jum'at, 01 November 2024 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Ali akhirnya gagal membebaskan para sandera. Saat itu, LA Times mencatat, “Selama empat hari tinggal di Beirut, Ali bertemu dengan beberapa ulama Muslim Syiah dan menghadiri salat Muslim. Ia tidak melakukan kontak dengan pemerintah Lebanon atau pemimpin milisi Muslim.”
Ditambahkan pula, “Ia berharap pengaruhnya sebagai seorang Muslim Amerika dapat membebaskan kelima orang tersebut, yang diyakini telah diculik oleh para Muslim Syiah yang setia kepada Ayatollah Ruhollah Khomeini dari Iran.”
Syarat pembebasan sandera adalah Ali menggunakan pengaruhnya untuk membantu mengamankan kebebasan beberapa ratus tahanan Lebanon dan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Ali menepati janjinya dan berusaha melakukannya, dengan melakukan perjalanan ke Israel empat bulan kemudian untuk mengadvokasi pembebasan mereka.
Haaretz mengakui, “Ali bahkan mengunjungi Israel, datang untuk ‘mengatur pembebasan saudara-saudara Muslim yang dipenjara oleh Israel’ pada tahun 1985, ketika sekitar 700 warga Syiah Lebanon ditahan di kamp Atlit, dengan latar belakang pendudukan Israel di Lebanon selatan.”
“Ali ingin membahas pembebasan ‘semua 700 saudara’ dengan ‘tingkat tertinggi di negara itu,’ tetapi pejabat Israel dengan sopan menolak untuk ikut campur,” ungkap laporan Haaretz.
Baca juga: Apakah Arab Saudi Ikut Normalisasi dengan Israel? Ini Perkembangan Terbarunya
Ditambahkan pula, “Ia berharap pengaruhnya sebagai seorang Muslim Amerika dapat membebaskan kelima orang tersebut, yang diyakini telah diculik oleh para Muslim Syiah yang setia kepada Ayatollah Ruhollah Khomeini dari Iran.”
Syarat pembebasan sandera adalah Ali menggunakan pengaruhnya untuk membantu mengamankan kebebasan beberapa ratus tahanan Lebanon dan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Ali menepati janjinya dan berusaha melakukannya, dengan melakukan perjalanan ke Israel empat bulan kemudian untuk mengadvokasi pembebasan mereka.
Haaretz mengakui, “Ali bahkan mengunjungi Israel, datang untuk ‘mengatur pembebasan saudara-saudara Muslim yang dipenjara oleh Israel’ pada tahun 1985, ketika sekitar 700 warga Syiah Lebanon ditahan di kamp Atlit, dengan latar belakang pendudukan Israel di Lebanon selatan.”
“Ali ingin membahas pembebasan ‘semua 700 saudara’ dengan ‘tingkat tertinggi di negara itu,’ tetapi pejabat Israel dengan sopan menolak untuk ikut campur,” ungkap laporan Haaretz.
Baca juga: Apakah Arab Saudi Ikut Normalisasi dengan Israel? Ini Perkembangan Terbarunya
(sya)
Lihat Juga :