Bagaimana Umat Muslim AS Jadi Rebutan antara Donald Trump dan Kamala Harris?

Kamis, 31 Oktober 2024 - 17:50 WIB
loading...
A A A
Jajak pendapat akhir menunjukkan pemilihan ini akan berlangsung ketat. Dalam pemungutan suara tahun 2020, tiga negara bagian yang menentukan, yang masing-masing memiliki rata-rata 98.000 pemilih Muslim, diputuskan dengan kurang dari 21.000 suara. Itu tampaknya menyiratkan bahwa pemilih Muslim dapat membawa hari perhitungan bagi kandidat presiden dari Demokrat, tetapi dukungan pemilih Muslim yang signifikan untuk Harris masih tetap ada.

"Dengan satu minggu tersisa, harapan dan ketakutan menyelimuti pemilihan AS Satu minggu tersisa menuju pemilihan presiden Amerika Serikat, dengan para pemilih Saya berharap untuk hari esok yang lebih baik. Saya tidak tahu apakah keadaan akan lebih baik dengan Kamala Harris, tetapi saya yakin keadaan akan lebih buruk dengan Trump, dan saya berharap Kamala Harris akan lebih reseptif terhadap masalah Palestina daripada Joe Biden," kata Saqib Ali, analis politik.

Meskipun Trump telah merayu pemilih Muslim dengan upaya yang mengejutkan, kurangnya upaya penjangkauan oleh tim kampanye Harris yang banyak diperdebatkan tampaknya menunjukkan bahwa mereka mengetahui masalah mendalam yang mereka hadapi dengan pemilih Muslim, dan bahwa mereka tidak dapat atau tidak akan membuat penyesuaian kebijakan untuk kelompok yang dapat menentukan pemilihan presiden.

Selama beberapa dekade, Demokrat telah dapat menerima begitu saja suara Muslim, tetapi seperti halnya Trump telah membentuk kembali Partai Republik dalam beberapa tahun terakhir, pemungutan suara mendatang tampaknya juga akan mengonfirmasi perubahan bersejarah bagi Partai Demokrat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Ngeri! Kecelakaan Maut...
Ngeri! Kecelakaan Maut Bus Kemendagri, 35 Orang Tewas
Rekomendasi
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Sukses Digelar, DChamp...
Sukses Digelar, D'Champ Charity Golf Tournament 2026 Salurkan Donasi untuk Atlet Muda dan Pesantren
Berita Terkini
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved