Hadapi Perang dengan Israel, Iran Tingkatkan Anggaran Militer hingga 200 Persen

Kamis, 31 Oktober 2024 - 02:21 WIB
loading...
Hadapi Perang dengan...
Iran tingkatkan anggaran militer hingga 200 persen. Foto/Fars
A A A
TEHERAN - Iran berencana untuk melipatgandakan anggaran militernya. Itu terjadi saat ketegangan dengan Israel meningkat di tengah serangan militer Israel di Gaza dan Lebanon.

"Peningkatan anggaran pertahanan yang direncanakan merupakan bagian dari proposal yang diajukan oleh pemerintah ke parlemen untuk disetujui," kata Fatemeh Mohajerani, juru bicara pemerintah, dilansir Al Jazeera.

"Peningkatan yang cukup besar hingga 200 persen telah disaksikan dalam anggaran pertahanan negara," kata Mohajerani, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Anggaran yang diusulkan akan dibahas, dengan anggota parlemen diharapkan menyelesaikannya pada Maret 2025.

Pengeluaran militer Iran pada tahun 2023 adalah sekitar USD10,3 miliar, menurut lembaga pemikir Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Sebagai perbandingan, Israel menghabiskan YSD27,5 miliar untuk militer pada tahun 2023.

Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah lembaga pemikir yang berkantor pusat di Washington, DC, mengatakan Amerika Serikat memberikan sedikitnya USD12,5 miliar dalam bentuk bantuan militer kepada Israel dari 7 Oktober 2023 hingga April 2024.

Baca Juga: 3 Alasan Israel Mengalami Kekalahan Perang di Lebanon dan Gaza

Pada tahun 2022, pengeluaran Iran untuk militernya adalah USD6,85 miliar, menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Bank Dunia.

Pada hari Sabtu, militer Israel melancarkan serangan terhadap pangkalan militer di Iran, menghantam sekitar 20 lokasi selama beberapa jam di Ilam, Khuzestan dan Teheran, menewaskan empat tentara.

Melaporkan dari Teheran, Resul Serdar dari Al Jazeera mengatakan "rasa urgensi" meningkat di Iran menyusul serangan "di wilayahnya sendiri untuk pertama kalinya sejak Perang Iran-Irak pada 1980-an".

Respons Israel sudah lama diharapkan setelah Iran meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak ke Israel pada 1 Oktober, menembakkan sekitar 200 proyektil. Iran mengatakan serangan itu sebagai balasan atas serangan dalam beberapa bulan terakhir yang menewaskan para pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon, kelompok Palestina Hamas, dan militer Iran.

Dengan meningkatnya serangan Israel dan tekanan pada Hizbullah yang berpihak pada Iran, Serdar mengatakan, "Doktrin pertahanan Teheran adalah menjauhkan perang dari Iran, apa pun yang terjadi", seraya menambahkan, "Sekarang, doktrin pertahanan itu menghadapi tantangan yang luar biasa karena pejabat Iran melihat kemungkinan perang konvensional di dalam negeri ... itu semakin menjadi kenyataan."

Pada hari Senin, Iran mengatakan akan "menggunakan semua alat yang tersedia" untuk menanggapi serangan Israel pada akhir pekan terhadap target militer.

AS memperingatkan Iran tentang "konsekuensi berat" jika melakukan tindakan agresif lebih lanjut terhadap Israel.

"Kami tidak akan ragu untuk bertindak membela diri. Jangan sampai ada kebingungan. Kami percaya ini harus menjadi akhir dari baku tembak langsung antara Israel dan Iran," kata Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB, kepada Dewan Keamanan PBB.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Berita Terkini
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved